Menu

Mode Gelap

Daerah · 26 Des 2025

Muslimun: Dampak Tambang Tak Hanya Buluri dan Watusampu


					Anggota DPRD Kota Palu, Muslimun (tengah), menyampaikan pandangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik tambang galian C di Kelurahan Buluri dan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, di ruang rapat DPRD Kota Palu, Selasa (23/12/25). FOTO: netiz.id (akib) Perbesar

Anggota DPRD Kota Palu, Muslimun (tengah), menyampaikan pandangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik tambang galian C di Kelurahan Buluri dan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, di ruang rapat DPRD Kota Palu, Selasa (23/12/25). FOTO: netiz.id (akib)

PALU,netiz.id — Anggota DPRD Kota Palu, , menegaskan bahwa dampak aktivitas galian C di tidak hanya dirasakan oleh warga Kelurahan dan Watusampu. Menurutnya, sebaran debu dan gangguan lingkungan akibat aktivitas tambang telah meluas hingga ke wilayah lain di Kota Palu.

Penegasan tersebut disampaikan Muslimun dalam Rapat Dengar Pendapat () DPRD Kota Palu yang membahas polemik tambang galian C di Buluri dan Watusampu, Selasa (23/12/25).

“Kalau dikatakan hanya Buluri dan Watusampu yang terdampak, saya tidak sepakat. Dampaknya sudah meluas ke berbagai wilayah. Ini bukan persoalan satu atau dua kelurahan,” tegas Muslimun.

Anggota itu menilai, aktivitas tambang yang berjalan tanpa pengawasan ketat telah menimbulkan pencemaran debu yang semakin dirasakan . Bahkan, dampak debu tersebut disebut sudah menjangkau wilayah Kota Palu hingga Kelurahan Duyu, terutama saat perusahaan beroperasi pada siang hari.

“Setiap hari kita rasakan debu, terutama di jalur menuju Donggala. Ini menandakan persoalan lingkungan yang serius dan tidak bisa lagi dianggap sepele,” ujarnya.

Selain debu, Muslimun juga menyoroti kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa hampir tidak ada perusahaan tambang yang memasang alat pengukur debu, meskipun kewajiban tersebut telah diatur dalam dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

“Kalau alat pengukur debu saja tidak ada, bagaimana kita bisa mengukur tingkat pencemaran? Ini menunjukkan lemahnya kepatuhan perusahaan terhadap aturan,” katanya.

Muslimun menambahkan, persoalan tambang galian C tidak bisa dilepaskan dari aspek dan ekonomi. Ia mempertanyakan sejauh mana keberadaan tambang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kalau dampaknya dirasakan luas, maka manfaatnya juga harus dirasakan masyarakat luas. Jangan sampai yang dirasakan warga hanya debu dan kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sebelum aktivitas tambang berkembang pesat, kehidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, berjalan relatif baik. Namun kini, ruang hidup nelayan kian terdesak akibat jalur kapal tambang dan keberadaan jetty.

“Aturan mengenai jetty dan dermaga sangat jelas. Kita perlu pastikan apakah semua perusahaan memiliki izin. Jangan sampai ada aktivitas yang mengubah bentang alam tanpa dasar hukum yang jelas,” ujarnya.

Muslimun mendorong pemerintah daerah untuk melakukan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas tambang galian C di Kota Palu, termasuk aspek lingkungan, sosial, dan perizinan.

“Persoalan ini sudah lama terjadi. Yang dibutuhkan sekarang adalah ketegasan untuk menertibkan dan menegakkan aturan,” pungkasnya. (KB)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah