Selasa, 19 Mei 2026
Daerah  

Mengiris Hati, Ini Isi Rekaman IRT di Pinrang Diduga Racuni Anak dan Akhiri Hidup

PINRANG,netiz.id — Ibu Rumah Tangga (IRT) asal kelurahan Pakkie, Kecamatan Torang kabupaten Pinrang. Senin (19/9/22) kemarin.red. diduga mencecoki kedua anaknya yang masih duduk bangku sekolah TK dan SD dengan racun sehingga meninggal dunia.

Tak hanya itu, setelah mencecoki kedua anaknya dengan racun. Ibu Rumah Tangga,(IRT) BR akhiri hidupnya dengan gantung diri.

Namun sebelum gantung diri, BR sempat merekam perkataannya melalui handphone miliknya.

Dalam rekaman itu, BR bercerita masalah yang dihadapinya. Ibu empat orang anak itu mengatakan dalam rekamannya, jika dirinya tidak sanggup melihat keadaan rumah tangganya yang dilanda atau terlilit utang piutang.

Berikut rekaman dalam terjemahan bahasa Indonesia :

Koko Ardi Aisyah IlyasWandi Bapak ..

Saya bawa Anakmu

Agar tidak ada lagi yang menyusahkanmu…

Sisa anakmu yang besar kamu jaga,sayangi dia seperti anakmu yang kecil ini kamu sayangi..

Anak-anakmu yang kecil ini menunggumu di surga. Kalau saya tidak perlu kamu tunggu,. Saudara-saudaranya anakmu saja, bersama neneknya

Bapak semangatki’, karena masih ada anakmu 2 orang ini yang aku tinggalkan sama kamu..

Biarlah yang kecil ini saya bawa, agar tidak menyusahkan kamu nanti..karena anakmu ini juga sering sakit..

Jika nantinya saya pergi, jangan takut untuk tetap tinggal dirumah ini, saya tidak akan menghantui dan mengganggumu

Silahkan tinggallah disini

Jika ada aneh-aneh yang kita lihat jangan takut dan tetaplah tinggal..

Gelap penglihatanku

Saya sudah minum racun

Anak-anakmu juga sudah pergi

Saya mendahulukan anakmu pergi agar lebih nyaman menunggumu disurga, karena anak-anakmu ini tidak ada dosa-dosanya ..

Jadi saya membawanya karena kamu sangat menyayangi anak-anakmu.Sebenarnya saya sudah tidak tahan menjalani semua ini, daripada saya lebih sakit lagi karena Hutang Piutang ini..

Sudah saya catat tagih dan bayarlah, orang-orang ini baik-baik semuaji.

Seharian ini saya memikirkannya

Karena hari ini saya janji untuk keluarkan emasnya Hj. Dahlia tetapi tidak adapi…

Saya Minta maaf sama Bapak, Saya sangat menyayangimu, Sayangi juga anak anakmu

Dan jangan terlalu memikirkan anak anakmu ini yang pergi, karena mereka akan menunggumu disana. Tidak usaha terlalu memikirkannya lagi..

Sudah mulai gelap penglihatanku..

Pak saya minta maaf.

Sebenarnya niat saya ingin selalu bersamamu, tetapi apa boleh buat…A

nak anakmu sudah pergi…

Pergi ke surga menunggumu disana

Pergilah ke kak Amir, saya sudah bicara subuh tadi, minta tolong sama dia karena dia orang baik.. Pasti dia tolong kamu..

Saya bohongi kamu, bilang nanti akan diberi uang sama Ikka. Karena tidak tahu bagaimana lagi cara saya, seharian saya berpikir terus..

Ya Allah..uhuhuhu…(mengatur Nafasnya)..Maafkan Hambamu..Maafkan Hambamu..

 

Voice Note dimatikan kemudian gantung diri.