Menu

Mode Gelap

Daerah · 20 Sep 2022

Mengiris Hati, Ini Isi Rekaman IRT di Pinrang Diduga Racuni Anak dan Akhiri Hidup


					Mengiris Hati, Ini Isi Rekaman IRT di Pinrang Diduga Racuni Anak dan Akhiri Hidup Perbesar

PINRANG,netiz.id (IRT) asal kelurahan Pakkie, Kecamatan Torang kabupaten . Senin (19/9/22) kemarin.red. diduga mencecoki kedua anaknya yang masih duduk bangku TK dan SD dengan racun sehingga .

Tak hanya itu, setelah mencecoki kedua anaknya dengan racun. Ibu Rumah Tangga,(IRT) BR akhiri hidupnya dengan .

Namun sebelum gantung diri, BR sempat merekam perkataannya melalui handphone miliknya.

Dalam rekaman itu, BR bercerita masalah yang dihadapinya. Ibu empat orang anak itu mengatakan dalam rekamannya, jika dirinya tidak sanggup melihat keadaan rumah tangganya yang dilanda atau terlilit utang piutang.

Berikut rekaman dalam terjemahan :

Koko Ardi Aisyah IlyasWandi Bapak ..

Saya bawa Anakmu

Agar tidak ada lagi yang menyusahkanmu…

Sisa anakmu yang besar kamu jaga,sayangi dia seperti anakmu yang ini kamu sayangi..

Anak-anakmu yang kecil ini menunggumu di surga. Kalau saya tidak perlu kamu tunggu,. Saudara-saudaranya anakmu saja, bersama neneknya

Bapak semangatki’, karena masih ada anakmu 2 orang ini yang aku tinggalkan sama kamu..

Biarlah yang kecil ini saya bawa, agar tidak menyusahkan kamu nanti..karena anakmu ini juga sering sakit..

Jika nantinya saya pergi, jangan takut untuk tetap tinggal dirumah ini, saya tidak akan menghantui dan mengganggumu

Silahkan tinggallah disini

Jika ada aneh-aneh yang kita lihat jangan takut dan tetaplah tinggal..

Gelap penglihatanku

Saya sudah minum racun

Anak-anakmu juga sudah pergi

Saya mendahulukan anakmu pergi agar lebih nyaman menunggumu disurga, karena anak-anakmu ini tidak ada dosa-dosanya ..

Jadi saya membawanya karena kamu sangat menyayangi anak-anakmu.Sebenarnya saya sudah tidak menjalani semua ini, daripada saya lebih sakit lagi karena Hutang Piutang ini..

Sudah saya catat tagih dan bayarlah, orang-orang ini baik-baik semuaji.

Seharian ini saya memikirkannya

Karena hari ini saya untuk keluarkan emasnya Hj. Dahlia tetapi tidak adapi…

Saya sama Bapak, Saya sangat menyayangimu, Sayangi juga anak anakmu

Dan jangan terlalu memikirkan anak anakmu ini yang pergi, karena mereka akan menunggumu disana. Tidak usaha terlalu memikirkannya lagi..

Sudah mulai gelap penglihatanku..

Pak saya minta maaf.

Sebenarnya niat saya ingin selalu bersamamu, tetapi apa boleh buat…A

nak anakmu sudah pergi…

Pergi ke surga menunggumu disana

Pergilah ke kak Amir, saya sudah bicara subuh tadi, minta tolong sama dia karena dia orang baik.. Pasti dia tolong kamu..

Saya bohongi kamu, bilang nanti akan diberi uang sama Ikka. Karena tidak tahu bagaimana lagi cara saya, seharian saya berpikir terus..

Ya Allah..uhuhuhu…(mengatur Nafasnya)..Maafkan Hambamu..Maafkan Hambamu..

 

Voice Note dimatikan kemudian gantung diri.

Artikel ini telah dibaca 242 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pertanahan Donggala Dorong Kepastian Hukum Lewat Koordinasi Sengketa Sertipikat

17 Januari 2026 - 06:04

Pertanahan Donggala

Anwar Hafid Dorong Sigi Jadi Sentra Budidaya Ikan Air Tawar

16 Januari 2026 - 14:12

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Anwar Hafid Ajak Bangun Sulawesi Tengah dengan Iman dan Kebersamaan Lewat Subuh Berkah

16 Januari 2026 - 14:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Pertanahan Donggala Serahkan 11 Sertipikat Aset PLN

16 Januari 2026 - 06:06

Pertanahan Donggala

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG
Trending di Daerah