MEKKAH,netiz.id — Hingga hari ke-12 Dzulhijjah 1446 Hijriah, tidak ada laporan tambahan jemaah haji asal Sulawesi Tengah yang wafat di Tanah Suci. Informasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, H. Muchlis, saat dikonfirmasi pada Senin (09/06/25).
“Belum ada tambahan yang wafat. Semoga tidak ada lagi yang wafat,” ujarnya.
Muchlis menjelaskan bahwa sebagian besar jemaah haji asal Sulawesi Tengah telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelontaran jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah di Mina. Usai menjalani prosesi tersebut, jemaah langsung bergerak kembali ke hotel masing-masing di Mekkah.
Menurutnya, mayoritas jemaah memilih melakukan nafar awal, yakni meninggalkan Mina lebih awal pada 12 Dzulhijjah. Keputusan ini diambil untuk menghindari kepadatan yang biasanya terjadi pada penghujung prosesi puncak ibadah haji.
“Alhamdulillah, jemaah dalam kondisi baik. Sebagian besar memilih nafar awal demi kenyamanan dan menghindari kepadatan di Mina,” jelas Muchlis.
Dengan berakhirnya puncak pelaksanaan ibadah haji, jemaah asal Sulawesi Tengah kini memasuki masa istirahat sambil menanti jadwal kepulangan ke Tanah Air. (KB/*)




