Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Agu 2024

Launching Inovasi Kedai Gizi Sehat Gempita di SMA Negeri 2 Palu: Dorong Remaja Menerapkan Pola Makan Sehat


					Kadisdik Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, SKM, M.Kes, saat mengecek makanan yang disediakan di Kantin SMAN 2 Palu, usai melaunching Kedia Gizi Sehat Gempita, Senin, 5 Agustus 2024. (FOTO: FADEL) Perbesar

Kadisdik Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, SKM, M.Kes, saat mengecek makanan yang disediakan di Kantin SMAN 2 Palu, usai melaunching Kedia Gizi Sehat Gempita, Senin, 5 Agustus 2024. (FOTO: FADEL)

PALU,netiz.id — Dinas Kesehatan dan Dinas bersama Poltekkes Kemenkes, Balai POM , dan instansi terkait lainnya resmi meluncurkan Inovasi Kedai Gizi Sehat Mangande Padondo Gempita Ante Kita (Gempita) di SMA Negeri 2 Palu, pada Senin, (05/08/24) Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan remaja melalui pola makan sehat dan seimbang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi , Yudiawati V. Windarrusliana, SKM, M.Kes, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Poltekkes Kemenkes, dan Persatuan Ahli Gizi Sehat. Program ini juga sejalan dengan gerakan sehat yang dicanangkan oleh , serta bertujuan membentuk karakter siswa melalui kebiasaan hidup sehat.

“Inovasi ini sebelumnya diterapkan pada anak usia dasar, dan kini diterapkan pada usia menengah. Kami berharap program ini bisa diikuti oleh SMA dan SMK lainnya di Kota Palu,” ungkap Yudiawati.

Dalam kesempatan yang sama, Yudiawati menekankan pentingnya kebiasaan sarapan sehat bagi siswa. Ia berharap, para siswa dapat membawa bekal atau setidaknya makan sebelum pelajaran dimulai, untuk menjaga konsentrasi selama kegiatan belajar.

Sementara itu, Fahmi Hafid S.Gz, M.Kes, Inisiator Program Gempita yang juga Dosen Poltekkes Kemenkes Surabaya, mengungkapkan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari Gempita yang meraih BRIDA Award pada . Melalui program ini, kantin sekolah akan didampingi untuk menyediakan makanan sehat, khususnya buah dan sayur, yang masih rendah konsumsi di Sulawesi Tengah. Berdasarkan Survei Kesehatan 2023, hanya 4, persen masyarakat Sulawesi Tengah yang mengonsumsi sayur dan buah di atas lima porsi sehari.

Fahmi berharap, kerjasama dengan sekolah dan dinas pendidikan dapat membiasakan siswa dan guru untuk mengonsumsi buah dan sayur, baik sebagai menu utama maupun camilan di kantin. Ia menambahkan bahwa meskipun terlihat sederhana, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi buah dan sayur secara signifikan di wilayah Sulawesi Tengah.

Program Gempita diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong gaya hidup sehat di kalangan pelajar di Palu, dengan menekankan pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan mengonsumsi buah dan sayur secara rutin. (*)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pertanahan Donggala Serahkan 11 Sertipikat Aset PLN

16 Januari 2026 - 06:06

Pertanahan Donggala

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah