PALU,netiz.id — Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah periode 2025–2029 resmi dilantik pada Selasa (02/12/25) di salah satu hotel di Jalan Basuki Rahmat, Palu. Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menjadi penanda dimulainya era baru pembinaan olahraga di Sulteng.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi daerah, di antaranya Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Wakil Gubernur Reny Lamadjido, para bupati dan wali kota se-Sulteng, unsur DPRD Provinsi, perwakilan Kodam XXIII/Palaka Wira, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulteng. Kehadiran para pengurus cabang olahraga (cabor) dan perwakilan atlet turut memeriahkan rangkaian acara yang juga dimeriahkan demonstrasi Pencak Silat dan Taekwondo.
Dalam sambutan perdananya usai dikukuhkan, Ketua KONI Sulteng, Fathur Razaq, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Ia menilai sudah saatnya KONI Sulteng beranjak dari pola kerja konvensional menuju sistem pembinaan yang lebih modern, terukur, dan visioner.
“KONI Sulteng membutuhkan tata kelola yang lebih tertata. Kita tidak boleh hanya mengejar prestasi jangka pendek, tetapi harus menyiapkan fondasi pembinaan yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Fathur.
Ia juga menyoroti besarnya potensi atlet-atlet lokal. Menurutnya, dukungan yang konsisten dari semua pihak akan menjadi kunci bagi Sulteng untuk bersaing di level nasional bahkan internasional. “Atlet kita punya kemampuan besar. Tinggal bagaimana kita memastikan mereka mendapat ruang, fasilitas, dan pendampingan yang memadai,” tambahnya.
Fathur menegaskan bahwa kolaborasi antar-cabor akan menjadi prioritas. Ia ingin seluruh cabang olahraga merasa berada dalam satu rumah besar bernama KONI. “Sinergi adalah kunci agar prestasi Sulteng bisa naik kelas,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa peningkatan prestasi olahraga tidak boleh berhenti pada slogan, melainkan harus diwujudkan dengan program nyata dan terukur.
“Pemerintah tidak akan tinggal diam. Pembiayaan pembinaan atlet akan kita perkuat sesuai kemampuan anggaran daerah,” kata Gubernur Anwar. Ia juga menekankan pentingnya database atlet yang komprehensif agar peta pembinaan dapat disusun dengan tepat sasaran.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga Sulteng, dengan kepengurusan baru yang berkomitmen mengedepankan sistem, data, dan sinergi untuk mengangkat prestasi daerah ke level yang lebih tinggi. (KB/*)




