Menu

Mode Gelap

Daerah · 3 Agu 2025

DPRD Sulteng: CSR Dukung Penuh Program Pembangunan Daerah


					Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Sony Tandra Bersama rombongan. FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Sony Tandra Bersama rombongan. FOTO: istimewa

,netiz.id — Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mendorong optimalisasi peran Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai mitra strategis dalam mendukung program . Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi II ke Forum Tanggung Jawab dan Lingkungan (FTJSL) atau Forum CSR , Jumat (01/08/25), di Kantor CSR Toko Daging, Lantai II, Jalan Soepomo, Menteng Dalam, Jakarta.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Sony Tandra, dan diterima langsung oleh Ketua Umum Forum CSR Provinsi DKI Jakarta, Aldi Imam Wibowo, didampingi Sekretaris Jenderal Azis Shajali beserta jajaran pengurus.

Dalam pernyataannya, Sony Tandra menyampaikan keinginan Komisi II untuk mempelajari pola Forum CSR DKI Jakarta, termasuk dasar hukum pembentukannya, struktur organisasi, sumber pendanaan, serta keterlibatan forum dalam perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah daerah.

“Komisi II ingin belajar bagaimana Forum CSR bisa sejalan dengan visi dan misi kepala daerah. Kami juga ingin tahu peran strategis forum ini dalam mendukung program prioritas, dan yang terpenting, bagaimana memulainya,” ujar Sony.

Sebagai contoh, Sulteng itu menyinggung rencana pembangunan rumah sakit berskala internasional oleh Sulteng. Ia mempertanyakan sejauh mana forum CSR bisa dilibatkan sejak tahap perencanaan agar kontribusinya lebih terarah dan maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Aldi Imam Wibowo menjelaskan bahwa Forum CSR DKI Jakarta dibentuk berdasarkan sejumlah regulasi, di antaranya PP No. 47 Tahun 2012, Permensos No. 9 Tahun 2020, dan Pergub DKI Jakarta No. 112 Tahun 2013. Ia menegaskan, forum ini tidak menyalurkan dana, tetapi berperan memfasilitasi, mengakselerasi, dan memberi pertimbangan kepada para pemangku kepentingan dalam penyaluran CSR.

“Forum ini lahir karena sebelumnya banyak dana CSR yang disalurkan secara tidak tepat, bahkan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau lembaga tertentu. Dengan adanya forum ini, dana CSR lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Aldi.

Ia menambahkan, Forum CSR dibentuk dari tingkat hingga kabupaten/kota. Keanggotaan forum berasal dari perusahaan nasional, BUMD, maupun perusahaan yang berdomisili di wilayah setempat. Forum juga dapat hadir dalam rapat-rapat DPRD untuk memberikan masukan dan menerima informasi kebutuhan pemerintah daerah, asalkan tidak masuk dalam struktur kepengurusan untuk menjaga independensi.

Dalam pertemuan tersebut juga mengemuka pentingnya apresiasi kepada perusahaan yang aktif menyalurkan CSR. Menurut Aldi, banyak perusahaan yang telah berkontribusi besar, namun kurang mendapat penghargaan dari pemerintah daerah.

“Kadang kita lupa memberi apresiasi. Padahal dana yang disalurkan perusahaan itu besar, dan sangat membantu,” tutupnya.

Melalui kunjungan ini, Komisi II berharap dapat mengadopsi praktik baik dari DKI Jakarta dan membentuk Forum CSR yang kuat di , sebagai wadah koordinasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Amankan Aset Negara, Kantor Pertanahan Donggala Serahkan Sertipikat BMN

13 Januari 2026 - 10:02

Kantah Donggala

DPRD Sulteng Ikut Pererat Kebersamaan Forkopimda di Jamuan Kodaeral VI

13 Januari 2026 - 06:24

DPRD SULTENG

Komisi III DPRD Sulteng Tekankan Keadilan DBH bagi Daerah Penghasil Nikel

13 Januari 2026 - 06:13

DPRD SULTENG

Lebih 100 KK Terdampak, Pemprov Sulteng Lakukan Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Donggala

12 Januari 2026 - 21:18

Banjir Donggala

PKS Turun Gunung, Rumah Warga Desa Wani Kembali Kinclong

12 Januari 2026 - 21:00

Relawan PKS Banjir DOnggala

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir, Enam Kecamatan Berstatus Tanggap Darurat

12 Januari 2026 - 20:28

Banjir Donggala
Trending di Daerah