PALU,netiz.id — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Palu pada Selasa, (23/07/24). Kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Sulteng dan 26 provinsi lain di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, dr. I Komang Adi Sujendra, menekankan pentingnya imunisasi polio untuk memberikan kekebalan tubuh anak-anak dan mencegah penyakit polio yang melumpuhkan. “Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan tidak ada obatnya. Oleh karena itu, pencegahan melalui imunisasi adalah kunci utama,” tegas dr. Sujendra.
Dinas Kesehatan mengimbau kepada seluruh orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke pos imunisasi terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio. Imunisasi ini penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit polio yang berbahaya. Demikian Kepala Dinkes Sulteng.
Target PIN Polio di Sulteng adalah memberikan 434 ribu dosis imunisasi. dr. Jumriani, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Sulteng, menjelaskan bahwa Sulteng termasuk daerah rawan polio karena akses transportasi yang mudah dan berbatasan dengan beberapa provinsi lain.
Imunisasi kali ini berupa tetes dan tahap kedua akan dilaksanakan pada 6 hingga 12 Agustus 2024. Saat ini, imunisasi polio di Kota Palu dilaksanakan di sekitar 120 pos, termasuk di sekolah, puskesmas, dan posyandu.
Dr. Jumriani menegaskan bahwa imunisasi polio ini wajib dan tidak memerlukan izin orang tua, berbeda dengan vaksin Covid-19. “Kami memberikan booster untuk semua anak tanpa memandang status imunisasinya sebelumnya,” jelasnya.
Menurut dr. Jumriani, sejauh ini tidak ada laporan efek samping yang serius dari imunisasi polio. “Kami optimis bahwa target 100% cakupan imunisasi polio di Sulteng dapat tercapai, sehingga semua anak mendapatkan perlindungan yang mereka butuhkan,” pungkas dr. Jumriani. (KB)




