POSO,netiz.id – Kematian tragis seorang remaja berinisial SA (16) di sebuah kamar kos di Jalan Talasa, Kelurahan Lawanga Tawongan, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso, Senin (21/10/24), menggemparkan masyarakat. Kasus ini menjadi perbincangan hangat setelah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka tusuk di leher, dan sebuah senjata tajam jenis badik tertancap di bawah rahangnya.
Kapolres Poso, AKBP Arthur Sameaputty, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik kematian SA.
“Saat ini sedang dilakukan tahap investigasi lebih lanjut, sehingga Satreskrim Polres Poso belum bisa menyimpulkan motif dari kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya, Selasa (22/10/24) seperti dilansir Posoline.com
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban ditemukan terbaring di atas kasur di kamar kosnya. Luka tusuk di leher sebelah kanan di bawah rahang serta badik yang tertancap menjadi bukti yang tengah diteliti lebih lanjut oleh kepolisian. Hingga kini, Polres Poso telah meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk pacar korban yang berinisial AL (19) dan dua tetangga kos. Namun, informasi yang diperoleh belum mengarah pada pelaku maupun motif kejahatan ini.
“Satreskrim Polres Poso masih mendalami secara intens dan melakukan pengembangan investigasi, termasuk mencari pelaku pembunuhan,” jelas Kapolres.
Peristiwa ini bermula saat tetangga kos korban, TR, mencoba memanggil korban SA untuk makan siang namun tidak mendapat jawaban. Setelah usaha untuk membuka pintu kamar tidak berhasil, TR menghubungi pacar korban, AL, yang kemudian bersama-sama mencoba mendobrak pintu. Ketika usaha tersebut gagal, pemilik kos dipanggil untuk membuka pintu. Saat pintu berhasil dibuka, korban SA ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas kasur.
Kasus ini menambah daftar peristiwa tragis yang menjadi sorotan masyarakat Poso, memunculkan berbagai spekulasi dan desakan agar aparat kepolisian segera mengungkap kebenaran di balik kematian SA. Warga berharap kasus ini segera menemukan titik terang untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. (KB/PL)




