DONGGALA,netiz.id — Bupati Donggala, Moh Yasin, menghadiri Seminar Daerah dan menjadi Narasumber yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Tadulako (Untad) Palu.
Kegiatan di gelar Desa Sabang, Kecamatan Dampelas, dihadiri juga oleh Ketua TP PKK Kabupaten Donggala, Fany Sirey Mowar, Dosen Fisip Dr. M Nur Alamsyah, Camat Dampelas, dan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fisip Untad pada Jumat kemarin (24/11/23).
Seminar Daerah ini mengangkat tema “Prospek Kawasan Pangan Bagi Daerah”.
Bupati Yasin menyatakan bahwa kabupaten Donggala memiliki produksi beras yang melimpah, dengan produksi beras pada tahun 2022 mencapai 120,9 kilogram per tahun untuk penduduk sekitar 305.890 jiwa.
“Dengan demikian, kebutuhan konsumsi per tahun menjadi sekitar 36.982 ton. Selanjutnya, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan konsumsi bulanan mencapai 3.081 ton, sedangkan kebutuhan mingguannya mencapai 616 ton, dan kita masih surplus 2,868 ton,” Ucapnya
Namun demikian, Bupati mengungkapkan bahwa Pemda Donggala belum menyiapkan lumbung pangan atau gudang beras yang memadai sehingga tengkulak memiliki keleluasaan untuk membeli beras dari petani.
Hal ini menyebabkan masyarakat Kabupaten Donggala masih harus membeli beras dari daerah lain, meskipun beras tersebut berasal dari kabupaten Donggala.
Dalam sektor perikanan, Bupati Yasin menegaskan dukungannya untuk meningkatkan konsumsi ikan per kapita per tahun menjadi 48,90 kg, sesuai dengan amanat RPJMD Kabupaten Donggala.
Ia juga mengakui adanya penurunan perekonomian sejak tahun 2020, menurun dari 5% menjadi 4,7%, dan saat ini mencapai 3,8%, terutama di sektor pertanian dan nelayan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Bupati Yasin memerintahkan Kepala Desa dan Camat untuk mengambil langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas di tingkat lokal, terutama di sektor pertanian dan nelayan.
Dengan Kabupaten Donggala ditetapkan sebagai Kawasan Pangan Nasional (KPN), diharapkan dukungan dari semua stakeholder untuk memenuhi kebutuhan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU). (KB)




