PALU,netiz.id – Fraksi Amanat Solidaritas DPRD Kota Palu menyoroti sejumlah isu krusial dalam rapat paripurna pembahasan akhir Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palu Tahun 2025–2029.
Melalui juru bicaranya, Rini Haris, Fraksi Amanat Solidaritas menyampaikan sejumlah catatan penting sebelum menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan RPJMD tersebut. Salah satu poin utama yang disoroti adalah perlunya penyusunan target pendapatan daerah yang realistis dan proporsional.
“Penyusunan proyeksi pendapatan lima tahun ke depan hendaknya didasarkan pada rasionalisasi serta capaian realisasi pada tahun-tahun sebelumnya, dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki daerah,” ujarnya dalam rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Palu, Sabtu (12/07/25).
Selain itu, srikandi PAN Kota Palu tersebut juga menegaskan bahwa fraksinya mendorong pemerintah daerah agar serius mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan alternatif. Menurutnya, sejumlah potensi wisata seperti Teluk Palu, Bukit Salena, Kota Tua, Geopark Petobo dan Balaroa, serta Tugu Tsunami di Pantai Talise perlu direvitalisasi dan dimaksimalkan pemanfaatannya.
Tak hanya itu, Fraksi Amanat Solidaritas juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Palu sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan investasi di daerah.
Di akhir penyampaiannya, fraksi menyatakan persetujuannya agar Ranperda RPJMD ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. (KB)




