Menu

Mode Gelap

Daerah · 18 Jan 2025

Forum dan Ormas Tolak Festival Persahabatan Palu, Tuntut Lokasi Ditinjau Ulang


					Aliansi Jaga Aqidah. Dalam unjuk rasa yang digelar pada Jumat (12/01/25) di depan Kantor Wali Kota Palu. FOTO: ist Perbesar

Aliansi Jaga Aqidah. Dalam unjuk rasa yang digelar pada Jumat (12/01/25) di depan Kantor Wali Kota Palu. FOTO: ist

,netiz.id – Gelombang penolakan terhadap pelaksanaan Palu 2025 mencuat dari berbagai elemen di Sulawesi Tengah. Salah satu kelompok yang menentang adalah Aliansi Jaga Aqidah. Dalam unjuk rasa yang digelar pada Jumat (12/01/25) di depan Kantor Wali , mereka mendesak agar yang menghadirkan pembicara utama Dr. dari Kanada tersebut dibatalkan.

“Kami menolak pelaksanaan Festival Persahabatan Palu 2025 dan meminta pencabutan baliho festival yang tersebar di berbagai titik di Kota Palu,” ujar Koordinator Aksi, Ari Fachri, kepada wartawan.

Menurut Ari, kegiatan ini berpotensi mengganggu harmoni keagamaan dan memuat aktivitas yang dikhawatirkan dapat merusak aqidah umat Islam. Ia juga menyoroti promosi yang dianggap berlebihan dan menilai festival ini dapat mengancam toleransi antarumat beragama di Sulawesi Tengah.

Festival Persahabatan Palu 2025 direncanakan akan berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Vatulemo, kompleks Kantor . Acara tersebut digagas oleh Persekutuan -Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili (PGLII) Sulawesi Tengah.

Tidak hanya Aliansi Jaga Aqidah, keberatan juga datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palu. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palu, Muh. Yunus Gaffar S., meminta agar lokasi pelaksanaan festival dievaluasi.

“Dari berbagai referensi, kami mendapat bahwa Peter Youngren adalah seorang tokoh agama yang menggunakan pendekatan agama dalam praktik pengobatannya. Oleh karena itu, kami meminta agar festival ini tetap boleh diadakan di Kota Palu, tetapi tidak di fasilitas umum seperti lapangan terbuka,” jelasnya pada Minggu (12/01/25).

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah turut menyampaikan pandangan serupa. Ketua , Zainal Abidin, mengimbau agar festival tersebut dilakukan di tempat yang lebih tertutup untuk menghindari polemik di masyarakat.

“Kami menyarankan agar kegiatan ini dilaksanakan di lokasi yang lebih tertutup, seperti Lapangan Gelora Bumi Kaktus (GBK), Lapangan Mako Brimob Petobo, atau lokasi lain yang lebih mudah dikontrol,” ujar Zainal pada Senin (13/01/25).

Sementara itu, perwakilan massa aksi lainnya, Ustaz Hartono, menganggap kegiatan ini dapat mengancam toleransi beragama di Sulawesi Tengah. Ia meminta pemerintah untuk bersikap tegas dalam menyikapi acara serupa di masa depan.

Festival Persahabatan Palu 2025 kini menjadi sorotan publik. Berbagai pihak mendesak agar pemerintah dan penyelenggara dapat meninjau ulang pelaksanaan acara tersebut demi menjaga keharmonisan masyarakat di Sulawesi Tengah. (*)

Artikel ini telah dibaca 242 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Puji Kesiapan Dapur MBG NDR Loji Parimo

24 Januari 2026 - 17:58

Gubernur Sulteng Anwar Hafid

Pantau Pasar, Komisi B DPRD Palu Temukan Kenaikan Tipis Harga Daging

24 Januari 2026 - 07:37

DPRD PALU

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni Ajak OMS Perkuat Pembangunan Inklusif

23 Januari 2026 - 18:53

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni

Gubernur Sulteng Tegaskan Patuh SK Pusat Soal Pengembalian Kapal PELNI ke Donggala

23 Januari 2026 - 07:41

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

BPN Donggala Gandeng Kejaksaan dan Polres Edukasi Warga soal PTSL 2026

23 Januari 2026 - 07:19

Pertanahan Donggala

Pengamat: BERANI Cerdas dan BERANI Sehat Jadi Penanda Arah Kepemimpinan Anwar Hafid

23 Januari 2026 - 06:17

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah