PALU.netiz.id – Kepala Dinas Kesehatan Donggala, dr. Syahriar, mengungkapkan bahwa Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kabupaten Donggala masih jauh dari harapan. Dalam konfirmasi kepada media pada Selasa kemarin (19/03/24), dia menyatakan bahwa keterbatasan pengetahuan dari tenaga kesehatan dan minimnya peran serta masyarakat menjadi faktor utama penyebabnya.
“Untuk mengatasi hal ini, kami tengah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui edukasi, pelatihan, dan sosialisasi. Selain itu, melibatkan masyarakat agar aktif dalam upaya pemenuhan SPM juga dijadikan fokus,” ucapnya.
dr. Syahriar menekankan bahwa tanpa keterlibatan masyarakat, pencapaian SPM yang diinginkan akan sulit tercapai, seperti SPM 12 yang menekankan perawatan minimal enam kali untuk ibu hamil.
Lanjutnya, dalam hal akses ke sarana kesehatan, seperti Posyandu, dr. Syahriar menyebutkan bahwa integrasi primer dengan perusahaan dapat menjadi solusi. Dia menyarankan agar perusahaan memberikan layanan kesehatan sekali sebulan dan melibatkan kader serta perawat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Keterlibatan masyarakat juga penting dalam hal persalinan, di mana masih banyak ibu yang memilih melahirkan di rumah daripada di fasilitas kesehatan. Kami menyoroti pentingnya fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untuk memenuhi SPM 2 terkait persalinan,” jelasnya.
Dalam rangka mencapai tujuan SPM yang diinginkan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran besar untuk pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku yang diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dengan upaya bersama dan kesadaran akan pentingnya peran masyarakat, diharapkan SPM di Kabupaten Donggala dapat terus meningkat ke arah yang lebih baik. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Donggala. (KB)




