DONGGALA,netiz.id — Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) perwakilan provinsi Sulawesi Tengah memberikan apresiasi terhadap penggunaan tata kelola perbekalan farmasi melalui sistem ebarkot. Puskesmas Batusuya di Kecamatan Sindue Tombusabora telah berhasil menerapkan sistem ini dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, dr. Syahrial, saat diwawancarai oleh media lokal.
Menurut dr. Syahrial, penggunaan ebarkot telah memberikan dampak positif dalam pengelolaan perbekalan farmasi di Puskesmas Batusuya. Sistem ini memungkinkan pengawasan yang lebih ketat terhadap persediaan obat dan bahan medis lainnya, sehingga dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Dengan adopsi teknologi ebarkot, proses pengadaan, distribusi, dan pemantauan stok obat di Puskesmas menjadi lebih efisien dan transparan. Ini juga membantu mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan persediaan, yang dapat berdampak pada kelancaran layanan kesehatan,” Ucapnya pada kamis (11/04/24)
“Komitmen Puskesmas Batusuya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala dalam mengimplementasikan teknologi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut sangat diapresiasi,” Tuturnya menambahkan
Harapannya, penggunaan sistem ebarkot ini dapat menjadi contoh bagi puskesmas lainnya dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi tata kelola perbekalan farmasi untuk masyarakat yang lebih baik. Demikian Kadinkes Donggala. (KB)




