DONGGALA,netiz.id — Program pemasangan Eartag pada hewan ternak sapi di Kabupaten Donggala, yang dilakukan setelah vaksinasi PMK tahun 2023, menghadapi sejumlah kendala signifikan. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 1 Januari hingga 10 Desember 2023 di 15 kecamatan dengan melibatkan 30 petugas, terdiri dari 10 petugas pelapor dan 20 petugas pemasang Eartag.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Donggala, Hari Soetjahyo, target pemasangan Eartag dari Januari hingga Oktober 2023 sebesar 57,56% dari jumlah populasi, dengan distribusi Eartag mencapai 23,800.
“Namun, realisasi pemasangan Eartag hanya mencapai 51,25%, atau sekitar 12,198 Eartag pada periode yang sama,” Ucapnya. Kamis (2/11/23)
Lanjutnya, Sejumlah faktor menghambat kelancaran program ini, termasuk kasus Penyakit Mulut dan Kuku, yang menyebabkan penundaan dalam penandaan dan pendataan ternak.
“Selain itu, kendala jaringan internet yang tidak merata di beberapa kecamatan dan kesulitan teknis, seperti pengeditan ukuran foto, kehilangan foto Eartag, dan ketidakjelasan posisi pada saat pengambilan foto, turut memberikan dampak negative,” Jelasnya
Dalam menanggapi kendala-kendala ini, Hari Soetjahyo menegaskan perlunya peningkatan keterampilan petugas di lapangan, penambahan jumlah petugas, dan dukungan lebih lanjut dari Pemerintah Daerah.
“Langkah-langkah ini dianggap krusial untuk memastikan kesuksesan program pemasangan Eartag dan mendukung upaya pendataan ternak di Kabupaten Donggala.” Tutupnya. (KB)




