Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Feb 2026

Desa Toaya Raih Apresiasi sebagai Calon Percontohan Desa Anti Korupsi Sulawesi Tengah


					Menteri Desa PDTT menyerahkan reward kepada Kepala Desa Toaya, Ompo Wijaya, didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, pada Peresmian Posbankum di Halaman Pogombo. FOTO: Pemdes Toaya Perbesar

Menteri Desa PDTT menyerahkan reward kepada Kepala Desa Toaya, Ompo Wijaya, didampingi Gubernur Sulawesi Tengah, pada Peresmian Posbankum di Halaman Pogombo. FOTO: Pemdes Toaya

PALU,netiz.id — Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala menerima reward dan apresiasi sebagai Calon Percontohan Desa Anti Korupsi Provinsi Sulawesi Tengah. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/ Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan di Halaman Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (04/02/26).

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Badan Nasional Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Abcandra Akbar Supratman, Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Agtas, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Yandri Susanto, serta Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan PDT RI Mulyadin Malik. Hadir pula Gubernur Sulawesi Tengah bersama jajaran Pemerintah Daerah.

Reward tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Yandri Susanto sebagai bentuk penghargaan atas komitmen Pemerintah Desa Toaya dalam menerapkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Desa Toaya sebagai calon percontohan Desa Anti Korupsi didasarkan pada hasil penilaian terhadap sejumlah indikator, antara lain pengelolaan keuangan desa yang tertib dan transparan, keterbukaan informasi publik, partisipasi , serta upaya pencegahan praktik korupsi di tingkat desa.

Kepala Desa Toaya, Ompo Wijaya, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Desa untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Kami berkomitmen menjadikan nilai-nilai kejujuran dan antikorupsi sebagai budaya dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan keuangan desa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa predikat Desa Anti Korupsi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan , komitmen, dan dukungan bersama.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Toaya untuk terus bersinergi, saling mengingatkan, dan menjaga kepercayaan demi terwujudnya desa yang bersih, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

Akhir kata, penghargaan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Desa Toaya untuk menjadi contoh desa yang berintegritas dan berkeadilan. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Niat Jual Sabu ke Morowali, Dua Pemuda Diringkus Polisi di Jalur Trans Sulawesi

5 Februari 2026 - 18:37

Polda Sulteng

Gubernur Anwar Hafid Serukan Dukungan Penuh Pemda untuk Bank Sulteng

5 Februari 2026 - 17:31

Gubernur Anwar Hafid

Wagub Sulteng Panen Perdana Udang Vaname di Palu Utara, Dorong Program Berani Tangkap Banyak

5 Februari 2026 - 17:12

Wagub Reny Lamadjido

Bupati Donggala Terima Penghargaan atas Dukungan Pembentukan POSBANKUM Desa

5 Februari 2026 - 08:52

Bupati Vera Elena Laruni

PSN Smelter Hijau Parimo Dirancang Sejak 2023, Anwar Hafid: Industri Masa Depan untuk Baterai Mobil Listrik

5 Februari 2026 - 06:42

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Anwar Hafid Ingin Bank Sulteng Jadi Ikon Termegah Sulawesi Tengah

5 Februari 2026 - 06:27

Gubernur Anwar Hafid
Trending di Daerah