PALU,netiz.id — Bupati Morowali Utara, Delis J. Hehi, menjadi salah satu pembicara pada kegiatan pembinaan moderasi beragama di lingkungan umat beragama Hindu yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah di Kota Palu pada Sabtu Malam (27/5/23).
Dalam pemaparannya, Bupati Delis yang didampingi oleh istri, Febriyanthi Hongkiriwang, menyatakan bahwa moderasi beragama di Morowali Utara sudah cukup maju. Bahkan, Morowali Utara dapat dijadikan sebagai model moderasi beragama yang baik di Sulteng.
Menurut Delis, terdapat hal menarik terkait moderasi beragama di Morowali Utara. Salah satunya adalah Desa Masara, yang terletak di Kecamatan Petasia Timur. Penduduknya mayoritas Muslim dan Kristen/Katolik. Meskipun hanya ada satu keluarga yang beragama Hindu, kepala desa di desa tersebut adalah seorang yang beragama Hindu. Namun, masa jabatan kepala desa tersebut telah selesai.
Di desa lainnya, yaitu Desa Ululaa, Kecamatan Petasia Barat, sebagian besar penduduknya Muslim (99 persen), namun satu-satunya kepala desa di desa tersebut adalah seorang Kristen. Selain itu, di Kecamatan Bungku Utara, terdapat sebuah desa dengan mayoritas penduduk Kristen, namun kepala desanya adalah seorang Muslim. Hal ini disambut dengan tepuk tangan oleh hadirin.
Menurut Delis, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara sangat aktif dalam melakukan pembinaan moderasi beragama karena pentingnya terciptanya kerukunan antar umat beragama. Terdapat dua alasan penting mengapa hal ini menjadi perhatian Pemkab Morowali Utara.
Pertama, moderasi beragama akan menciptakan kerukunan, dan kerukunan antar umat beragama akan menciptakan suasana kondusif di masyarakat, yang pada gilirannya akan menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami telah membuktikannya. Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Morowali Utara masih negatif, namun pada tahun 2022, pertumbuhan tersebut meningkat menjadi 36,4 persen, sehingga Morowali Utara menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi dan menduduki peringkat kedua secara nasional setelah Halmahera Utara,” ujar Delis yang telah memimpin Morowali Utara selama dua tahun ini.
Alasan kedua, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara memiliki banyak keterbatasan dalam membangun daerah ini, sehingga diperlukan kesatuan dan kekompakan dari semua umat beragama dalam memberikan doa dan dukungan kepada pemerintah daerah dalam menjalankan tugas mereka dalam membangun daerah.
Salah satu bentuk pembinaan moderasi beragama di Morowali Utara adalah memberikan insentif kepada para pemuka agama, seperti imam masjid, pendeta, guru sekolah minggu, dan para mangku, setiap bulan sejak tahun 2021. Selain itu, Pemda juga menggelar program wisata rohani, di mana para imam masjid dibiayai untuk melaksanakan ibadah umrah, dan para pendeta mengunjungi tempat-tempat suci di Israel.
“Khusus untuk para mangku agama Hindu, mulai tahun 2023 ini, kami akan mengirim mereka semua ke Bali untuk melaksanakan ritual-ritual keagamaan di sana,” Pungkasnya. (**)




