PALU,netiz.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi PKS, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, melaksanakan reses di delapan titik pada masa sidang berjalan. Dalam setiap pertemuan dengan masyarakat, ia tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk memberikan edukasi politik.
Di hadapan konstituennya, Bunda Wiwik sapaan akrabnya menyinggung maraknya suara yang menuntut pembubaran DPR. Ia mengaku memahami keresahan publik yang muncul akibat sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai membebani, ditambah perilaku sebagian pejabat yang dianggap tidak berempati terhadap rakyat.
“Kami sangat memahami kenapa tuntutan seperti itu muncul. Ini adalah kausalitas, atau hukum sebab-akibat. Masyarakat marah karena di tengah beban pajak yang naik, masih ada pejabat yang berperilaku tidak mencerminkan rasa empati,” ujarnya pada Kamis malam (11/09/25).
Meski begitu, Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng itu menegaskan bahwa membubarkan DPR bukanlah solusi. Menurutnya, DPR merupakan salah satu pilar penting dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang menganut demokrasi dengan bentuk negara republik.
“Ada tiga lembaga yang tidak bisa dipisahkan, yakni yudikatif sebagai penegak hukum, eksekutif seperti wali kota, bupati, dan gubernur beserta perangkatnya, serta legislatif yaitu DPR. Ketiganya saling melengkapi,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPR memiliki peran vital dalam menyusun dan menetapkan anggaran, membahas serta mengesahkan undang-undang, hingga menjalankan fungsi pengawasan. Tanpa DPR, pembangunan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya karena tidak ada lembaga yang membahas aturan maupun anggaran.
“Kalau DPR dibubarkan, siapa yang akan membahas dan menetapkan aturan? Siapa yang mengawasi pembangunan agar sesuai harapan masyarakat?” tegasnya.
Bunda Wiwik juga mengingatkan masyarakat agar lebih cerdas dalam menggunakan hak pilih. Menurutnya, jika kecewa dengan perilaku wakil rakyat, maka solusi terbaik adalah tidak memilih mereka kembali di pemilu berikutnya.
“Mereka bisa duduk di DPR karena kita yang memilih. Jadi, mari jadikan ini pembelajaran. Ke depan, terutama generasi muda dan mahasiswa, ayo bersama-sama memberikan edukasi agar masyarakat semakin cerdas dalam berpolitik,” tandasnya. (KB/*)




