DONGGALA,netiz.id — Warga Desa Gimpubia, Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, digemparkan dengan peristiwa tragis pada Selasa malam, 26 Agustus 2025. Seorang ibu bernama Lina ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya setelah dianiaya oleh anak kandungnya sendiri yang berinisial Lis.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, Lina merupakan ibu enam anak. Lis adalah anak bungsu sekaligus satu-satunya putra dalam keluarga tersebut. Suaminya telah lama meninggal dunia.
“Tadi malam peristiwanya, Pak. Anak bunuh mamanya sendiri di Desa Gimpubia. Belum diketahui apa masalahnya,” ungkap Eron, warga setempat, Rabu (27/08/25).
Menurut Eron, pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah dua kali menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Mamboro, Palu. “Anaknya itu pernah masuk rumah sakit jiwa. Sudah dua kali masuk RS Mamboro,” ujarnya.
Selain itu, Lis juga disebut kerap melakukan pengancaman terhadap keluarganya. “Tahun lalu pernah sekali, tahun ini juga sekali, kasusnya pengancaman juga. Cuma kali ini sudah terjadi,” jelas Eron.
Akibat sikap kasar Lis, istrinya memilih meninggalkannya dan kembali ke rumah orang tuanya di Duria Sulapa, Kabupaten Pasangkayu. “Istrinya sudah tidak mau dengan dia. Sering sekali mengancam membunuh istrinya, anaknya, dan ibunya ini,” tambah Eron.
Kasus pembunuhan ini membuat geger masyarakat sekitar. Lina ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah dianiaya anak kandungnya sendiri.
Kasat Reskrim Polres Donggala, IPTU Bayu, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Aman om, sudah kita dapat pelakunya. Saat ini dalam perjalanan ke Donggala,” singkatnya melalui sambungan telepon.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki motif di balik tragedi berdarah yang mengejutkan warga Desa Gimpubia, Kecamatan Pinembani. (KB/ANC)




