PALU,netiz.id – Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Palu, Muslimun, mendorong agar tenun lokal dijadikan bagian dari muatan lokal (mulok) dalam kurikulum pendidikan di Kota Palu. Langkah ini dinilainya penting untuk menjaga keberlangsungan dan pelestarian budaya daerah yang kini mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
Dorongan tersebut disampaikan Muslimun saat menghadiri Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pelestarian Batik dan Tenun Lokal, yang digelar di gedung pertemuan Kantor Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Jumat (17/10/25).
Saat ditemui usai kegiatan, Muslimun menekankan pentingnya Ranperda mengatur pengembangan tenun secara menyeluruh mulai dari proses pembuatan, perlindungan terhadap para pengrajin, hingga strategi pemasaran produk.
“Para pekerja tenun ini juga harus dilindungi. Salah satu caranya dengan menciptakan regenerasi, misalnya menjadikan tenun sebagai muatan lokal di sekolah,” ujarnya.
Menurut Politisi NasDem itu, pengenalan tenun kepada pelajar sejak dini dapat menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memastikan keberlanjutannya di masa depan.
“Soal minat itu bisa tumbuh kemudian. Yang penting, anak-anak diperkenalkan lebih dulu. Kalau sejak kecil mereka diajarkan tentang tenun, rasa bangga dan keinginan untuk melestarikan pasti akan muncul,” tambahnya.
Muslimun berharap, melalui Ranperda Pelestarian Batik dan Tenun Lokal, seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, dunia pendidikan, maupun pelaku usaha dapat bersinergi menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi. (KB)




