Menu

Mode Gelap

Daerah · 23 Nov 2025

BKPSDM Diduga Lalai, Ribuan Honorer Palu Tidak Diusulkan jadi PPPK ke KemenPAN-RB


					Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Palu, Abdurahim Nasar Al-Amri. FOTO: istimewa Perbesar

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Palu, Abdurahim Nasar Al-Amri. FOTO: istimewa

PALU,netiz.id — Dugaan kelalaian dalam proses pengusulan tenaga kembali mencuat di Kota Palu. Sebanyak 1.171 honorer dilaporkan tidak diusulkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palu ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk diproses sebagai calon Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Temuan tersebut terungkap saat Komisi A DPRD Kota Palu melakukan ke KemenPAN-RB beberapa hari lalu. Wakil Ketua Komisi A, Ucu Susanto, menyatakan bahwa pihak kementerian memastikan tidak pernah menerima 1.171 honorer dari Pemkot Palu. Temuan ini disebut sangat merugikan, sebab tanpa masuk dalam usulan , para honorer otomatis tidak dapat diproses dalam penataan tenaga non-ASN.

“Kami benar-benar terkejut. KemenPAN-RB menyampaikan bahwa ribuan honorer itu tidak pernah diusulkan. Jika benar demikian, ini adalah kelalaian yang sangat fatal,” tegas Ucu.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Palu, , juga mengecam keras dugaan kelalaian tersebut. Menurutnya, BKPSDM harus segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik, mengingat nasib ribuan honorer dipertaruhkan. Ia bahkan menyatakan siap bersama pimpinan DPRD Kota Palu menemui KemenPAN-RB dan untuk memastikan persoalan ini diusut tuntas, termasuk dugaan adanya honorer siluman yang kembali mencuat.

“Kami tidak bisa tinggal diam. Ini menyangkut masa depan ribuan tenaga honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun. BKPSDM harus menjelaskan di mana letak kesalahan dan siapa yang bertanggung jawab,” tegas sapaan akrabnya pada Sabtu (22/11/25).

Dalam kunjungan itu, Ketua Aliansi Honorer Kota Palu, Himah, juga menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai kesalahan administrasi seperti ini dapat menghilangkan hak ratusan honorer yang selama ini berharap bisa diangkat menjadi PPPK. Ia mendesak DPRD untuk menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius.

Komisi A turut menyoroti ketidakhadiran BKPSDM Kota Palu dalam pertemuan penting dengan KemenPAN-RB. Padahal, dalam dengar pendapat sebelumnya di DPRD, BKPSDM . Namun saat pembahasan krusial di tingkat kementerian, justru hanya Inspektorat yang mendampingi rombongan DPRD.

DPRD Kota Palu berencana segera memanggil BKPSDM untuk meminta klarifikasi detail terkait hilangnya ribuan honorer dari usulan tersebut. Ucu menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun honorer yang dirugikan akibat kelalaian administrasi.

“Ini harus ditelusuri sampai akar-akarnya. Nasib para honorer tidak boleh dikorbankan karena kesalahan birokrasi,” tutupnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG

Korban Banjir Aceh Terima Kiriman 1.000 Paket Abon dari Masyarakat Sulteng

14 Januari 2026 - 12:00

Yakesma Sulteng
Trending di Daerah