Menu

Mode Gelap

Daerah · 6 Nov 2025

Tuntut Keadilan Fiskal, DPRD Sulteng Minta Pemerintah Pusat Revisi Skema Dana Transfer


					Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Tengah, Yus Mangun (kiri), menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Sulawesi Tengah serta Anggota Banggar DPR RI di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (05/11/25). FOTO: istimewa Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Tengah, Yus Mangun (kiri), menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Sulawesi Tengah serta Anggota Banggar DPR RI di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (05/11/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah mendesak untuk meninjau ulang kebijakan pengurangan dana transfer ke daerah yang dinilai berdampak serius terhadap keberlangsungan . Desakan tersebut disampaikan Ketua DPRD Sulteng, Yus Mangun, dalam koordinasi bersama Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (05/11/25).

Dalam pertemuan itu, Yus Mangun menjelaskan bahwa pengurangan dana transfer telah melemahkan kemampuan fiskal daerah sehingga berbagai program prioritas terancam berjalan tidak optimal. Ia menegaskan bahwa yang mestinya diperkuat justru terganggu akibat keterbatasan anggaran.

“Dampak pengurangan ini sangat nyata. Pembiayaan daerah menjadi terbatas dan program-program prioritas seperti infrastruktur serta pelayanan dasar menjadi terhambat,” ujarnya.

Selain soal transfer dana, juga menyoroti ketidakadilan dalam pembagian (DBH), khususnya dari sektor pertambangan. Sulawesi Tengah, kata Yus Mangun, merupakan salah satu daerah penyumbang terbesar pendapatan negara dari sektor dan mineral lainnya. Namun, porsi DBH yang diterima tidak sebanding dengan kontribusi tersebut.

“Sulteng adalah daerah penghasil, tetapi penerimaan yang diberikan kembali ke daerah tidak mencerminkan nilai kekayaan alam yang diambil. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat segera menyusun formula baru pembagian DBH serta meninjau ulang skema dana transfer agar daerah penghasil seperti Sulawesi Tengah mendapatkan hak fiskalnya secara proporsional. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan berkeadilan serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

tersebut juga menjadi wadah bagi pemerintah provinsi, bupati, dan wali kota se-Sulawesi Tengah untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait minimnya dukungan fiskal dari pemerintah pusat, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dalam memperjuangkan kebijakan yang lebih adil bagi daerah. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG

Korban Banjir Aceh Terima Kiriman 1.000 Paket Abon dari Masyarakat Sulteng

14 Januari 2026 - 12:00

Yakesma Sulteng
Trending di Daerah