DONGGALA,netiz.id — Di tengah keterbatasan anggaran, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Donggala tetap menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan berbagai program penguatan inovasi daerah.
Kepala Balitbangda Donggala, Saifullah Malonda, mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan inovasi yang dilakukan selama ini berjalan tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Ia bersama tim menjalankan berbagai kegiatan secara mandiri dan bergotong royong.
“Jujur saja, semua kegiatan kami jalankan secara mandiri. Bahkan konsumsi kegiatan pun kami tanggung bersama tim,” ujarnya pada Selasa (21/10/25).
Saifullah menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran tahun 2025 berdampak pada tertundanya rencana pemberian reward bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) yang berinovasi. Program penghargaan itu rencananya akan dilaksanakan kembali pada tahun 2026.
Meski begitu, kata Saifullah, semangat untuk berinovasi di Kabupaten Donggala tidak pernah padam. Balitbangda tetap berupaya mendorong munculnya ide-ide kreatif dan terobosan baru dari berbagai OPD agar inovasi daerah terus tumbuh.
“Kami berusaha semampu kami agar Donggala tetap menciptakan inovasi, meski dengan segala keterbatasan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah OPD yang terus mendukung program inovasi, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Satpol PP, dan Kesbangpol. Dukungan lintas sektor tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa semangat berinovasi di Donggala masih hidup dan terus berkembang. (KB)





