PASANGKAYU,netiz.id — Kisah perjuangan Ibu Alia, nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Palu, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkreasi dan berdaya. Penyandang disabilitas netra ini berhasil membangun usaha berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah sampah plastik menjadi produk kerajinan dan kebutuhan rumah tangga.
Sejak menjadi nasabah pertama PNM Mekaar di Palu pada 2017, Ibu Alia telah menekuni berbagai usaha untuk menopang kehidupannya. Kini, fokusnya pada pengelolaan sampah plastik tidak hanya menghasilkan penghasilan, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan. Usahanya menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi dan keberlanjutan lingkungan bisa berjalan beriringan.
“Mengubah sampah menjadi produk berguna memberi saya rasa percaya diri dan kebanggaan, sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Ibu Alia pada Minggu (20/09/25).
PNM melihat perjuangan Ibu Alia sebagai bukti bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan bisa selaras dengan prinsip keberlanjutan. Melalui usaha sederhana berbasis daur ulang, Ibu Alia berhasil menginspirasi masyarakat untuk peduli lingkungan sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi.
Pemimpin Cabang PNM Palu, M. Akbar Rifani, menambahkan, “PNM tidak hanya memberikan modal, tetapi juga mendampingi nasabah agar tetap berdaya. Kisah Ibu Alia menunjukkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan. Inilah makna pemberdayaan sejati.”
Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM optimistis usaha berbasis ekonomi sirkular seperti ini dapat membuka jalan bagi perempuan prasejahtera menuju kehidupan lebih sejahtera dan berkelanjutan. (KB/*)
#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM




