Menu

Mode Gelap

Daerah · 7 Mei 2025

Anwar Hafid Ungkap Prioritas ‘Berani Cerdas’ dan ‘Berani Sehat’ di Hadapan DPR RI


					Saat Gubernur Sulteng, Anwar Hafid bersama rombongan Komisi II DPR RI. FOTO: istimewa Perbesar

Saat Gubernur Sulteng, Anwar Hafid bersama rombongan Komisi II DPR RI. FOTO: istimewa

PALU,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Ruang Polibu, Kantor Gubernur , Rabu (07/05/25). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan terhadap pelaksanaan (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Sulteng.

Rombongan Komisi II dipimpin Ketua Rifqinizamy Karsayuda dan Wakil Ketua Dede Yusuf, serta diikuti oleh sejumlah anggota lintas fraksi seperti Longki Djanggola, Giri Ramanda, Shyntia Sandra Kusuma, hingga Taufan Pawe. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Gubernur Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyebut pertemuan ini sebagai momen istimewa karena menjadi kunjungan pertama DPR RI sejak ia menjabat sebagai gubernur. Ia juga menegaskan komitmennya dalam mendorong efisiensi anggaran untuk mendukung dua prioritas daerah, yakni Berani Cerdas dan .

“Program Berani Cerdas telah menggratiskan biaya pendidikan SMA/SMK/SLB negeri, sementara Berani Sehat mencakup layanan kesehatan melalui UHC yang telah menjangkau 80 persen penduduk,” ujar Anwar.

Anwar juga memaparkan tantangan infrastruktur dasar, termasuk masih adanya 89 desa yang belum teraliri listrik dan 606 desa tanpa akses telekomunikasi. Pemprov, kata dia, telah meluncurkan program untuk mendorong pemerataan elektrifikasi dan konektivitas.

Selain itu, sektor pertanian dan perikanan turut menjadi perhatian, melalui program Brigade Pertanian dan bantuan alat skala besar bagi nelayan. Ia juga mengusulkan kebijakan bahan pokok guna menekan kesenjangan harga antardaerah.

“Bayangkan, harga LPG di beberapa daerah bisa tembus Rp70.000, padahal HET-nya hanya Rp20.000. Ini perlu ,” tegasnya.

Menutup pemaparannya, Gubernur menyampaikan pembentukan Khusus untuk menyelesaikan konflik agraria, serta mendorong reformasi birokrasi melalui pelimpahan kewenangan teknis ke Kanreg BKN di daerah.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menyoroti peran vital BUMD dan BLUD dalam mendorong ekonomi lokal di tengah terbatasnya fiskal daerah. Ia menyebut, lebih dari 70 persen BUMD di Sulteng dalam kondisi tidak sehat.

“Ini bukan hanya soal manajemen, tapi soal keberanian diversifikasi usaha dan perbaikan struktur pembiayaan. Bahkan sektor jasa air saja belum tergarap optimal,” ujar Rifky.

Ia menambahkan, Komisi II tengah mendorong terbitnya Permendagri baru terkait pembinaan dan pengawasan BUMD, agar lembaga tersebut tidak dijadikan tempat balas budi politik, melainkan dikelola secara profesional dan profitabel.

“Kuncinya ada pada transformasi. Apakah para tokoh politik bisa menjadi manajer BUMD yang profesional dan berorientasi hasil? Itu yang harus kita kawal bersama,” pungkas Rifky. (*)

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah