PALU,netiz.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Donggala menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Peningkatan Produktivitas dan Kapasitas Sumber Daya Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di D’Kalora Convention Hotel, Jalan Ulujadi, Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, selama tiga hari, mulai dari 23 hingga 25 Agustus 2024.
Penjabat (Pj) Bupati Donggala, Moh. Rifani, yang membuka acara tersebut, menekankan pentingnya optimalisasi layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Ia menjelaskan bahwa bimbingan teknis ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil dilaksanakan sesuai dengan persyaratan dan tata cara yang berlaku, serta untuk meningkatkan kapasitas aparatur dalam mencapai target kinerja.
“Peningkatan produktivitas administrasi kependudukan dan pencatatan sipil memerlukan lebih dari sekadar bimbingan teknis. Kami juga membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta jaringan yang mudah diakses agar pelayanan online dapat berjalan cepat dan tuntas,” ujar Pj Bupati Rifani dalam sambutannya pada Jum’at (23/08/24)
Lebih lanjut, Rifani mengungkapkan bahwa selama tahun 2024, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah melakukan inovasi dengan turun langsung ke kecamatan dan desa untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) yang akan datang.
Di akhir sambutannya, Bupati Rifani berharap agar pelaksanaan BIMTEK berjalan sukses dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipelihara. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan tugas dan fungsi masing-masing pihak dalam rangka membangun Kabupaten Donggala menjadi lebih kompetitif di masa depan.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Donggala, Kasim, SH, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari BIMTEK ini adalah untuk memberikan pelayanan yang maksimal, meningkatkan produktivitas layanan, serta mewujudkan kerja sama pemanfaatan data antara OPD dan lembaga swasta.
Sebanyak 150 peserta mengikuti BIMTEK ini, terdiri dari 14 UPTD Disdukcapil dari 16 kecamatan, 57 operator SIAK, 45 kepala desa, 6 penghayat perkawinan, serta 28 orang dari OPD instansi terkait. (*)




