PALU,netiz.id — Dalam sejarah Pekan Olahraga Nasional (PON) Indonesia, beberapa momen penting telah tercatat. Pada PON ke-12 DKI Jakarta tahun 1989, Almarhum Firdaus Kindo, Rauf Haci, Rahman Paduai, Taufik Ishak, dan kawan-kawan menjadi skuad tim Sulawesi Tengah yang berhasil mencapai babak pengisian, menunjukkan pencapaian yang luar biasa di usia mereka pada saat itu.
Prestasi luar biasa juga terjadi pada PON ke-13 DKI Jakarta tahun 1993, anak-anak asuh almarhum Erwin Sumampouw membawa skuad tim Sulawesi Tengah, termasuk Rahman Pontoh, Hendra Sudirman, dan kawan-kawan, berhasil mencapai posisi 6 besar dengan usia di bawah 23 tahun. Momen ini menjadi sorotan sebagai salah satu pencapaian tertinggi dalam sejarah PON untuk Sulawesi Tengah.
Kemudian, Pada PON ke-18 Kalimantan Timur tahun 2008, Rendy Saputra dan timnya, termasuk Juli, Eko, Imam Baihaqi, mencapai babak pengisian tim Sulawesi Tengah saat itu.
Dan pada PON ke-21 di Aceh Sumatera Utara, pemain seperti Ryan, Damar, Rexi, dan kawan-kawan, menciptakan sejarah baru dengan mendapatkan tiket dalam olahraga nasional bagi Negeri Seribu Megalit.
Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI Sulteng, Harry Sumampouw mengungkapkan komitmennya terhadap skuad tim pra-PON sepakbola Sulteng untuk tetap konsisten dalam mempersiapkan tim yang akan berlaga tahun depan di Aceh Sumatera Utara.
Ia menekankan bahwa keputusan terkait pemain sepenuhnya dipercayakan kepada tim pelatih.
Tidak hanya itu, Harry juga menjelaskan terkait skuad tim sudah mendapatkan konfirmasi dari kepala pelatih Zulkifli Syukur bahwa skuad tim PON Aceh Sumut 2024 tetap memprioritaskan skuad tim yang berlaga di Gorontalo. Namun, dalam proses menuju PON, ada pemain yang cidera yang akan digantikan.
“Dalam hal ini, kami menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada staf pelatih. Kami berharap dapat memberikan yang terbaik di PON XXI Aceh Sumatera Utara mendatang,” ujarnya. Minggu (22/10/23)
Disinggung terkait target medali pada PON mendatang, Harry mengakui bahwa dalam sejarah sepakbola Sulawesi Tengah, belum pernah berhasil meraih medali, bahkan medali perunggu sekalipun. Oleh karena itu, target medali menjadi fokus utama.
“Saya kira, setiap provinsi mempunyai target meraih medali, tentunya Sulteng juga akan berusaha mendapatkan medali di perhelatan Nasional PON Aceh mendatang,” ujarnya.
Terakhir, Harry menyampaikan bahwa keberhasilan tidak lepas dari campur teman-teman staf pelatih, manager Tim Prapon Susik, dan ketua umum Asprov PSSI Sulteng, Hadianto Rasyid serta do’a masyarakat Sulteng. Demikian Sekretaris Umum Asprov PSSI Sulteng. (KB)




