DONGGALA,netiz.id — Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Abdul Karim Aljufri, menyampaikan pidato yang menginspirasi pada Jumat malam (02/08/24) di Lapangan Kabonga Putra, Kelurahan Kabonga Kecil, Kabupaten Donggala. Dalam sambutannya, Abdul Karim menegaskan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah.
“Ini akan menjadi titik balik bagi pemuda Sulawesi Tengah agar ke depan lebih banyak anak muda yang diberikan kesempatan untuk memimpin. Kita harus membuktikan bahwa anak muda juga bisa berpikir, bertindak, dan mengerjakan sesuatu untuk Sulawesi Tengah yang lebih baik ke depan,” kata Abdul Karim.
Politisi Gerindra itu juga menjelaskan alasannya mendampingi calon Gubernur Sulteng Ahmad Ali. Ia menyatakan bahwa keputusannya didasari oleh perintah Presiden terpilih, Pak Prabowo. “Jika bukan perintah dari presiden terpilih, saya tidak akan mau mendampingi beliau. Namun, jika yang disuruh mendampingi bukan Pak Ahmad Ali, saya juga akan berpikir seribu kali. Lebih baik saya tetap menjadi anggota DPRD provinsi daripada harus mendampingi yang lain,” ujarnya.
Menurut Abdul Karim, Pak Ahmad Ali memiliki jaringan luas di Jakarta yang sangat diperlukan untuk membangun Sulawesi Tengah. “Jika kita hanya mengharapkan APBD Sulawesi Tengah untuk membangun, maka saya yakin 50 tahun ke depan Sulawesi Tengah masih akan tetap begini-begini saja. Sulawesi Tengah adalah negeri yang kaya, tapi sayangnya uangnya masih sedikit karena sumber daya alamnya belum dikelola dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abdul Karim memaparkan bahwa untuk memajukan Sulawesi Tengah, diperlukan pemimpin yang memiliki akses untuk membawa dana dari luar daerah. “Kita butuh pemimpin yang mampu membawa uang dari luar Sulawesi Tengah, dan sosok itu ada dalam diri Pak Ahmad Ali,” tambahnya.
Dalam bidang pendidikan, Abdul Karim melaporkan bahwa untuk tahun ini, telah ada dukungan dari Jakarta yang menghasilkan 2.500 penerima program Indonesia Pintar di Kabupaten Donggala. Program ini memberikan bantuan sebesar Rp750.000 untuk anak SMP dan Rp1.250.000 untuk anak SMA. “Saya bisa mendapatkan ini karena saya punya teman-teman di DPR RI yang mau membantu saya,” kata Abdul Karim.
Selain itu, Abdul Karim juga berkomitmen untuk menciptakan sentra kreativitas pemuda. “Sentra kreativitas pemuda adalah tempat pemuda berkumpul, menyalurkan hobi, dan mencari pekerjaan. Sentra kreativitas pemuda ini akan mengadakan job fair sehingga perusahaan di Sulawesi Tengah harus melaporkan jika mereka ingin merekrut karyawan. Dengan demikian, ke depan tidak ada lagi anak muda Sulawesi Tengah yang menjadi pengangguran,” jelasnya. (KB)




