Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Okt 2025

Tata Ruang Jadi Mesin Baru Penggerak Investasi Nasional


					Ilustrasi rencana tata ruang kawasan perkotaan yang menunjukkan pemanfaatan ruang terintegrasi dengan infrastruktur, permukiman, serta ruang terbuka hijau sebagai pendukung pembangunan berkelanjutan. Perbesar

Ilustrasi rencana tata ruang kawasan perkotaan yang menunjukkan pemanfaatan ruang terintegrasi dengan infrastruktur, permukiman, serta ruang terbuka hijau sebagai pendukung pembangunan berkelanjutan.

JAKARTA,netiz.id — Pemerintah terus memperlihatkan keberhasilan dalam mengubah tata ruang menjadi salah satu motor utama nasional. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyatakan nilai investasi yang bersumber dari persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) mencapai Rp357,17 triliun hanya dalam periode Oktober hingga Oktober .

Pencapaian ini menguatkan posisi tata ruang sebagai instrumen strategis yang memastikan pembangunan berjalan tepat arah dan memberi kepastian bagi dunia usaha.

“Ini adalah bukti nyata bahwa tata ruang tidak lagi hanya berhenti pada dokumen rencana. Kebijakan penataan ruang kini menjadi penggerak ekonomi, menciptakan daya tarik investasi, dan membuka peluang pemerataan pembangunan,” ujar Nusron dalam keterangan , Senin (27/10/25).

Ia menjelaskan lonjakan investasi tersebut tidak lepas dari percepatan penyusunan (RDTR) dan integrasinya dengan sistem Online Single Submission (OSS). Selama satu tahun terakhir, 119 RDTR baru berhasil diterbitkan atau naik 21,8 persen dari tahun sebelumnya. Total 445 RDTR telah terhubung dengan OSS, meningkat 189 dokumen atau 73,8 persen.

Dengan integrasi ini, bisa memastikan lokasi usaha sesuai zonasi ruang, mengurus izin lebih cepat, serta mengakses informasi berbasis spasial yang valid.

“Semua kini lebih transparan dan prediktif sehingga menghilangkan potensi sengketa serta meminimalkan risiko tumpang tindih ,” tegasnya.

Pemerintah menilai capaian tata ruang tersebut selaras dengan orientasi pembangunan nasional era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menekankan investasi produktif dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah . Daerah-daerah yang sebelumnya kurang tersentuh kini mulai mendapat perhatian melalui arahan pemanfaatan ruang yang lebih terukur.

Selain manfaat ekonomi, Nusron menekankan bahwa setiap RDTR mulai mengusung misi keberlanjutan. Penataan ruang dilakukan dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan, resiko bencana, dan perlindungan sumber daya alam.

“Pembangunan harus hadir untuk semua, tapi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Tata ruang menjadi fondasi agar ekonomi dan ekologi dapat sejalan,” katanya.

ATR/BPN berkomitmen mempercepat sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah, memperluas digitalisasi seluruh dokumen tata ruang, serta memperkuat kapasitas data spasial nasional agar semakin mendukung pengambilan keputusan publik dan bisnis.

“Kami ingin memastikan setiap jengkal dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Penataan ruang adalah kunci mewujudkan pembangunan tertib, adil, dan berkelanjutan,” tutup Nusron. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

ATR/BPN Lantik Tiga Pejabat, Menteri Nusron Tekankan Rotasi Jabatan

26 Januari 2026 - 06:22

atr bpn ri

MoU ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan Jadi Dasar Penyelesaian Konflik Agraria

25 Januari 2026 - 07:47

Menteri Nusron Wahid

HGU di Lahan TNI AU Dicabut, Negara Selamatkan Aset Rp14,5 Triliun

24 Januari 2026 - 18:13

Menteri Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN: Reforma Agraria Dimulai dari Kepastian TORA

24 Januari 2026 - 06:45

menteri nusron wahid

ATR/BPN dan DPR Bahas Penataan Kawasan Perbatasan Negara

23 Januari 2026 - 06:10

Wamen Ossy Dermawan

Menteri ATR/BPN Sebut 4,09 Juta Hektare Kawasan Hutan Berhasil Dikuasai Kembali

23 Januari 2026 - 05:49

Menteri Nusron Wahid
Trending di Nasional