Menu

Mode Gelap

Daerah · 1 Jun 2024

Stunting Bukan Hanya Soal Gizi, ini Penjelasan Kadinkes Donggala


					Suasana saat Kepala Dinas Kesehatan Donggala, dr Syahriar menjadi narasumber sebuah acara Gelar Wicara yang diadakan oleh Balai Guru Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah pada Sabtu (01/06/24) di Gedung Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah. photo: netiz.id (akib) Perbesar

Suasana saat Kepala Dinas Kesehatan Donggala, dr Syahriar menjadi narasumber sebuah acara Gelar Wicara yang diadakan oleh Balai Guru Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah pada Sabtu (01/06/24) di Gedung Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah. photo: netiz.id (akib)

PALU,netiz.id —  Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala menegaskan bahwa stunting bukan hanya disebabkan oleh faktor gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku. Hal ini mengemuka dalam sebuah acara Wicara yang diadakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Tengah pada Sabtu (01/06/24) di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah. Acara ini mengundang para ahli kesehatan dan gizi untuk membahas isu stunting secara mendalam.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, dr. Syahriar, sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa menurut teori H.L. Blum, empat faktor utama memengaruhi derajat kesehatan: lingkungan (fisik), perilaku, genetik, dan dasar.

“Jika faktor pertama, yaitu lingkungan dan perilaku, dapat diperbaiki, maka 70% masalah kesehatan dapat teratasi,” ujar dr. Syahriar.

Ia juga mengungkapkan bahwa stunting juga terjadi di kelompok non-miskin, sehingga faktor lingkungan dan perilaku juga berperan. Hal ini dibuktikan dengan masih maraknya kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) di beberapa daerah.

“BABS dapat mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko penyakit, termasuk stunting pada ,” jelas mantan Direktur itu

Acara Gelar Wicara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan perilaku untuk mencegah stunting. Selain itu, diharapkan juga dapat mendorong berbagai pihak terkait untuk bekerja sama dalam mengatasi stunting di . Demikian dr Syahriar. (KB)

Artikel ini telah dibaca 270 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG
Trending di Daerah