Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Jan 2026

Sepanjang 2025, ATR/BPN Terbitkan 1,2 Juta Sertipikat Tanah Lewat Program PTSL


					Warga menunjukkan sertipikat tanah yang telah diterima melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dalam kegiatan penyerahan sertipikat oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). FOTO: istimewa Perbesar

Warga menunjukkan sertipikat tanah yang telah diterima melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dalam kegiatan penyerahan sertipikat oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). FOTO: istimewa

,netiz.id — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan (ATR/BPN) mencatat capaian signifikan sepanjang tahun melalui pelaksanaan program (PTSL). Melalui program tersebut, sebanyak ,2 juta tanah berhasil diterbitkan sebagai bagian dari upaya percepatan pendaftaran tanah secara nasional.

Capaian ini disampaikan Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT), Asnaedi, dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang di Kementerian ATR/, Jakarta, Rabu (14/01/2026). Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran telah bekerja secara konsisten untuk menuntaskan target program yang ditetapkan pemerintah.

“Kita telah bersama-sama berusaha keras untuk menuntaskan target realisasi SHAT PTSL hingga mencapai 100 persen, termasuk pendataan tanah yang juga terealisasi sepenuhnya. Sepanjang tahun 2025, seluruh program penetapan hak dan pendaftaran tanah dilaksanakan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujar Asnaedi.

Dengan capaian tersebut, jumlah bidang tanah yang telah terdaftar dan bersertipikat secara nasional kini mencapai 97,4 juta bidang. Selain melalui PTSL, kinerja ATR/BPN juga tercermin dari pendataan tanah ulayat yang melampaui target, dengan realisasi mencapai 2.623,44 hektare dari rencana awal seluas 600 hektare.

Berbagai program sertipikasi tanah lainnya juga menunjukkan hasil positif. Program Redistribusi Tanah berhasil menerbitkan 62.869 sertipikat, Konsolidasi Tanah sebanyak 2.394 sertipikat, pendaftaran tanah non-sistematis sebanyak 13.209 sertipikat, serta sertipikasi Barang Milik Negara (BMN) yang mencapai 3.299 sertipikat.

Menurut Asnaedi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perencanaan yang matang, pemanfaatan sistem informasi, serta penguatan pengawasan dan koordinasi antara dan daerah. Hal tersebut dinilai mampu mendorong kinerja yang lebih efektif dan akuntabel dalam pelaksanaan program pertanahan.

Dari sisi pengelolaan anggaran, pelaksanaan program sepanjang tahun 2025 juga dinilai berjalan optimal. Tingkat penyerapan anggaran untuk rincian output utama tercatat mencapai 99,31 persen, sementara realisasi anggaran pada program prioritas mencapai 96,91 persen.

Ke depan, ATR/BPN juga menaruh perhatian pada percepatan sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah. Asnaedi menyebutkan bahwa masih terdapat sejumlah tanah wakaf dan rumah ibadah yang belum bersertipikat dan memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk penyelesaiannya.

“Target sertipikasi tanah wakaf masih sangat besar. Kita fokus pada hal tersebut agar pada tahun 2026 dapat diperoleh tambahan kekuatan untuk menyelesaikan sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah,” pungkasnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

HGU di Lahan TNI AU Dicabut, Negara Selamatkan Aset Rp14,5 Triliun

24 Januari 2026 - 18:13

Menteri Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN: Reforma Agraria Dimulai dari Kepastian TORA

24 Januari 2026 - 06:45

menteri nusron wahid

ATR/BPN dan DPR Bahas Penataan Kawasan Perbatasan Negara

23 Januari 2026 - 06:10

Wamen Ossy Dermawan

Menteri ATR/BPN Sebut 4,09 Juta Hektare Kawasan Hutan Berhasil Dikuasai Kembali

23 Januari 2026 - 05:49

Menteri Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN Tegaskan Lahan Hunian Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Sudah Siap

22 Januari 2026 - 05:34

menteri nusron wahid

Menteri ATR/BPN Ungkap Lambannya Progres Revisi RTR Sumatera

22 Januari 2026 - 05:15

ATR BPN RI
Trending di Nasional