Menu

Mode Gelap

Nasional · 31 Okt 2025

Nusron Wahid Tegaskan Penertiban Bangunan di Sempadan Sungai untuk Cegah Banjir


					Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memimpin Rapat Koordinasi Penetapan Sempadan Danau, Situ, Sungai, Waduk, dan Sumber Air Lainnya bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (29/10/25). FOTO: istimewa Perbesar

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memimpin Rapat Koordinasi Penetapan Sempadan Danau, Situ, Sungai, Waduk, dan Sumber Air Lainnya bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (29/10/25). FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id — Menjelang musim , Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/), , menyerukan langkah cepat dan kolaboratif antar-kementerian/lembaga untuk mencegah potensi banjir, khususnya di kawasan Jabodetabek-Punjur dan Kawasan Strategis Nasional.

Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah penertiban bangunan di atas sempadan sungai, waduk, dan danau, yang kerap menjadi penyebab tersumbatnya aliran air saat curah hujan tinggi.

“Januari–Februari sudah masuk musim hujan. Kita harus tertibkan kawasan sempadan sejak sekarang agar nanti, ketika banjir datang, tidak lagi terjadi saling tuding. Kita ingin kerja sistemik,” ujar Menteri Nusron saat memimpin Koordinasi bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (29/10/25).

Menteri Nusron menegaskan, kawasan sempadan merupakan hak bersama (common right) yang tidak dapat dimiliki secara pribadi. Oleh karena itu, sertipikat atas kawasan tersebut harus diterbitkan atas nama pemerintah sebagai otoritas yang bertanggung jawab.

“Sempadan sungai, danau, waduk, situ, dan sumber air lainnya bukan private right. Karena merupakan common right, maka sertipikatnya harus atas nama pemerintah — apakah pusat, provinsi, atau kabupaten/kota,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, masih banyak jajaran di daerah yang menghadapi persoalan hukum akibat tumpang tindih regulasi dan ketidaksinkronan kebijakan antarinstansi.

“Saya ke sini untuk mitigasi risiko, karena banyak pegawai saya yang diperiksa aparat penegak hukum terkait masalah sertipikasi di kawasan sempadan. Selain hutan mangrove, ini juga jadi perhatian serius,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Nusron merumuskan empat langkah utama untuk memperkuat penanganan kawasan sempadan:

  1. Menyeragamkan regulasi terkait sempadan.
  2. Melakukan pengukuran dan pendaftaran .
  3. Merawat kawasan dengan pemasangan tapal batas.
  4. Menyelesaikan masalah keterlanjuran pembangunan.

Sementara itu, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan garis sempadan di sembilan danau sebagai langkah awal penataan dan kawasan sumber air.

“Kami sudah menetapkan garis sempadan di sembilan danau, dan sepakat untuk mensertipikatkan kawasan tersebut,” ujarnya.

Diana juga mendukung langkah regulasi antarinstansi agar pelaksanaan di lapangan lebih jelas dan tidak menimbulkan multitafsir.

“Saya sepakat dengan Pak Menteri Nusron. Harmonisasi penting agar teman-teman di daerah tidak salah melaksanakan,” pungkasnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

ATR/BPN Lantik Tiga Pejabat, Menteri Nusron Tekankan Rotasi Jabatan

26 Januari 2026 - 06:22

atr bpn ri

MoU ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan Jadi Dasar Penyelesaian Konflik Agraria

25 Januari 2026 - 07:47

Menteri Nusron Wahid

HGU di Lahan TNI AU Dicabut, Negara Selamatkan Aset Rp14,5 Triliun

24 Januari 2026 - 18:13

Menteri Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN: Reforma Agraria Dimulai dari Kepastian TORA

24 Januari 2026 - 06:45

menteri nusron wahid

ATR/BPN dan DPR Bahas Penataan Kawasan Perbatasan Negara

23 Januari 2026 - 06:10

Wamen Ossy Dermawan

Menteri ATR/BPN Sebut 4,09 Juta Hektare Kawasan Hutan Berhasil Dikuasai Kembali

23 Januari 2026 - 05:49

Menteri Nusron Wahid
Trending di Nasional