DONGGALA,netiz.id — Kembali lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Donggala menjadi sorotan masyarakat setempat. Kali ini, kritik yang diarahkan kepada KPU berasal dari warga yang tergabung dalam komunitas WA Donggala Warisan Sejarah dan Grup Kadin.
Setelah sebelumnya dikritisi terkait rapat pleno untuk penetapan hasil pemilu pada 14 Februari lalu dan masalah dana hibah pilkada, KPU Donggala kini mendapat sorotan karena memilih burung Nuri sebagai maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November mendatang.
Informasi yang beredar di Grup WA Donggala Warisan Sejarah menyebutkan bahwa KPU Donggala telah mengumumkan hasil sayembara maskot pilkada. Namun, penggunaan burung Nuri sebagai maskot menuai kebingungan dan kritik dari beberapa anggota komunitas.
Diskusi yang dipicu oleh cuitan di Grup WA Donggala Warisan Sejarah yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting Donggala menjadi sumber perdebatan.
“Anehnya,” tulis Bang Johar, seorang aktivis budaya Donggala, “jika saya tidak salah, burung Nuri yang merupakan endemik Indonesia hanya ditemukan di habitat hutan di pesisir pulau Biak dan beberapa pulau di Teluk Cendrawasih, Papua.”
Perdebatan ini menyoroti pemilihan simbol yang tepat untuk mewakili identitas Kabupaten Donggala dalam proses politik yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Ketua KPU Donggala, Nurbia saat dikonfirmasi belum menanggapi awak media hingga berita ini terbit. (KB)




