Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Des 2025

Kampung yang Bangkit dari Rob: Konsolidasi Tanah Ubah Wajah Karangsari


					Warga Karangsari duduk dan beraktivitas di depan rumah-rumah mereka yang telah diperbaiki melalui Program Konsolidasi Tanah Kementerian ATR/BPN. FOTO: istimewa Perbesar

Warga Karangsari duduk dan beraktivitas di depan rumah-rumah mereka yang telah diperbaiki melalui Program Konsolidasi Tanah Kementerian ATR/BPN. FOTO: istimewa

KENDAL,netiz.id — Bertahun-tahun warga pesisir Karangsari hidup dalam kepungan rob. Ketika pasang datang, jalanan tenggelam, rumah-rumah digenangi air asin, dan aktivitas harian berubah menjadi perjuangan tanpa akhir. Di kampung ini, rob bukan lagi bencana musiman, tetapi bagian dari kehidupan yang membatasi ruang gerak dan perkembangan warganya.

Namun, situasi itu perlahan berubah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan (ATR/BPN) bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak membuka akses jalan baru serta memasukkan Karangsari ke dalam Program Konsolidasi Tanah. Sejak saat itu, harapan warga mulai tumbuh. Tanah yang dulu hanya menjadi lokasi bertahan dari , kini dipandang sebagai bernilai.

“Program ini sangat membantu , terutama bagi kami di Karangsari,” ujar Ahmad Saiful, salah satu penerima sertipikat yang ditemui usai penyerahan oleh Menteri ATR/Kepala Nusron Wahid di Desa Bandengan, Kendal, Selasa (02/12/25).

Konsolidasi Tanah di Karangsari menyasar kawasan yang selama ini terjebak dalam kondisi kumuh dan terus-menerus diterjang rob. Melalui kesediaan warga melepaskan sebagian kecil tanahnya serta dukungan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, wajah Karangsari ditata ulang dari dasar.

Di atas seluas 40.568 m², pemerintah membangun 44 unit rumah baru, merehabilitasi 47 rumah, memperbaiki akses jalan sepanjang 174 meter, hingga membangun saluran drainase sepanjang 378 meter. Fasilitas sanitasi dan lingkungan juga disiapkan, mulai dari 18 tangki septik komunal, 91 sambungan instalasi pengolahan air limbah, hingga jaringan PDAM.

ini langsung dirasakan masyarakat. Ahmad Junaidi, warga Karangsari yang juga menerima sertipikat, menyebut penataan kawasan sebagai titik balik kehidupan kampungnya. “Semua berubah. Ada sanitasi, ada perumahan, ada sertipikat. Alhamdulillah,” ucapnya penuh syukur.

Ia mengenang masa lalu saat rob menjadi tamu harian. Air asin bisa menggenang hingga satu meter, bahkan ketika cuaca cerah. Rumah-rumah dan jalan tidak pernah benar-benar kering. “Dulu banjir terus setiap hari. Sekarang setelah ada tanggul dan penataan kawasan, rob sudah tidak separah dulu. Masih ada banjir, tapi jauh lebih ringan,” jelasnya.

Kini, Karangsari tidak lagi sekadar kampung yang bertahan dari pasang. Penataan kawasan lewat Konsolidasi Tanah membuka peluang baru bagi warga: tempat tinggal lebih layak, lingkungan lebih sehat, dan nilai tanah yang semakin meningkat. “Semoga ke depan Karangsari semakin bagus,” harap Ahmad Junaidi.

Dua sertipikat yang diterima Ahmad Junaidi dan Ahmad Saiful merupakan bagian dari 546 sertipikat yang diserahkan Menteri Nusron di . Sertipikat hasil Program Konsolidasi Tanah ini menjadi bukti bahwa penataan ruang yang tepat dapat mengangkat kualitas permukiman dan mengubah masa depan warganya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

MoU ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan Jadi Dasar Penyelesaian Konflik Agraria

25 Januari 2026 - 07:47

Menteri Nusron Wahid

HGU di Lahan TNI AU Dicabut, Negara Selamatkan Aset Rp14,5 Triliun

24 Januari 2026 - 18:13

Menteri Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN: Reforma Agraria Dimulai dari Kepastian TORA

24 Januari 2026 - 06:45

menteri nusron wahid

ATR/BPN dan DPR Bahas Penataan Kawasan Perbatasan Negara

23 Januari 2026 - 06:10

Wamen Ossy Dermawan

Menteri ATR/BPN Sebut 4,09 Juta Hektare Kawasan Hutan Berhasil Dikuasai Kembali

23 Januari 2026 - 05:49

Menteri Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN Tegaskan Lahan Hunian Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Sudah Siap

22 Januari 2026 - 05:34

menteri nusron wahid
Trending di Nasional