YOGYAKARTA,netiz.id — Jeremi Timotius, pria asal Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, memiliki pengalaman menarik yang membuatnya tertarik pada olahraga Mixed Martial Arts (MMA). Pria kelahiran 3 Agustus 2006 ini sejak kecil dianggap penakut dan sulit berinteraksi dengan teman sebayanya, sehingga Timotius tidak punya banyak teman.
“Awalnya, sejak kecil saya memang penakut, sulit berkomunikasi, penyendiri, dan tidak punya banyak teman. Sejak TK, SD, dan SMP, teman saya hanya beberapa saja. Dulu, waktu SD kelas 5, saya pernah ditantang berkelahi oleh adik kelas yang badannya lebih besar. Saat itu, saya takut dan mundur. Saya juga pernah menangis karena ditantang berkelahi dengan orang lain, saya tidak bisa membalas mereka dan waktu itu tidak berani,” ungkap Timotius pada Minggu (26/5/2024) di Yogyakarta.
Akibat kelemahannya itu, Timotius sering tidak dianggap oleh teman-temannya dan menjadi pesuruh.
“Ketika SMP, karena aku tidak berani membalas mereka yang mengejek, akhirnya aku hanya menjadi budak atau disuruh-suruh untuk beli makanan atau apa pun. Itu sebenarnya salah saya sendiri, karena tidak mau melawan, tidak mau membalas,” katanya.
Saat duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK), Timotius diajak orang yang tidak dikenalnya untuk mengikuti olahraga Pencak Silat. Namun, orang tuanya tidak mengizinkannya.
“Sewaktu di bangku SMK, aku pernah diajak orang yang tidak ku kenal untuk mengikuti olahraga Pencak Silat. Pada malam itu, aku datang ke tempat Pencak Silat, walaupun hujan-hujanan pada jam 9 malam. Aku diberitahu pelatihnya untuk meminta izin orang tua. Lalu akhirnya aku pulang bersama teman satu perguruan untuk mengantarku pulang. Tapi karena orang tua tidak senang, akhirnya dilarang. Pada saat yang bersamaan, kakakku Krisna Prakoso pulang dari latihan MMA-nya. Dia berkata, ‘mana orangnya yang ngajak, bawa sini tak ajak duel. Kalau kamu ingin ikut latihan, ayo ikut aku aja. Nek ikut mereka gak jelas.’ Aku pun mengikuti kakakku dan bergabung dengan Han Academy. Aku banyak belajar dari orang-orang hebat di sana,” jelasnya.
Meskipun sudah menguasai ilmu bertarung di MMA, hal itu tidak membuat Timotius menjadi pendendam dan sombong.
“Sampai sekarang, aku tidak ingin dan tidak berniat membalas mereka yang pernah mengejek atau membuliku. Ilmu ini juga untuk menjaga diri, sebagai motivasi, dan kebanggaan prestasi. Ilmu ini sebagai sarana buat aku, sehingga aku tidak lagi jadi penakut,” tutup anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Timotius telah meraih sejumlah prestasi, yakni:
– Kejurnas Asta 2022 (Perak)
– Han Championship (Emas)
– Jogja Gelut 2 (Road To One Pride) mendapat medali Emas
– Klaten Baku Hantam 2 (Perak)
– Kejurnas IBCA MMA Jaktim (Emas)
– Kejurda IBCA MMA (Perak)
– Asta Dandim Sukoharjo (Emas).
Instagram: @Jejeer88
Facebook: Fall
Agama: Kristen Protestan. (Wira)




