Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Mei 2025

Warga Morowali Desak Gubernur Sulteng dan Balai Pengairan Hadir dalam Audiensi Pembangunan Pipa Karaopa


					Saat Masyarakat Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya, Kabupaten Morowali lakukan aksi di kawasan PT Baoshuo Taman Industry Investment Group. FOTO: istimewa Perbesar

Saat Masyarakat Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya, Kabupaten Morowali lakukan aksi di kawasan PT Baoshuo Taman Industry Investment Group. FOTO: istimewa

MOROWALI,netiz.id – Masyarakat Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan jalur crossing pipa ke Bendungan Karaopa yang akan dilakukan oleh PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG). Penolakan ini disampaikan dalam sebuah kesepakatan yang dicapai setelah dengan , yang dijadwalkan pada 14 Mei mendatang.

Penolakan tersebut muncul setelah masyarakat dari kedua kecamatan menggelar di Kantor PT BTIIG yang berlokasi di Topogaro, Kecamatan Barat, pada Senin, (05/05/25). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap rencana pembangunan yang dinilai dapat berdampak pada lingkungan dan mata pencaharian mereka.

Meskipun hanya Bupati Morowali dan pihak perusahaan yang dijadwalkan hadir, massa aksi menginginkan kehadiran lebih banyak pihak terkait dalam pembahasan ini. Mereka mengusulkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan izin pengambilan air baku di Bendungan Karaopa, termasuk Pemerintah Provinsi, Balai Pengairan Provinsi, dan Gubernur , turut hadir dalam audiensi pada 14 Mei mendatang.

“Kalau bisa, Balai Pengairan Provinsi dan Gubernur juga ikut hadir untuk membahas hal ini bersama masyarakat, agar semua pihak bisa memberikan solusi,” ujar Muhammad Azmy, salah satu perwakilan massa aksi, sebelum membubarkan diri.

Masyarakat menilai pentingnya kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah, Hafid, dalam audiensi tersebut, mengingat izin untuk pengambilan air baku di Bendungan Karaopa telah diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi. Dengan melibatkan pemerintah provinsi, masyarakat berharap akan ada solusi yang menguntungkan semua pihak, terutama petani sawah di daerah tersebut, serta untuk menjaga keberlanjutan Morowali. (*)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG

DPRD Sulteng Dukung Penguatan Sinergi TNI AL melalui Kunjungan Kerja Komandan Komando

12 Januari 2026 - 13:46

DPRD SULTENG

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah