PALU,netiz.id — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa seluruh program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulteng harus diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang paling mendesak, khususnya penguatan ekonomi warga kurang mampu. Hal tersebut ia sampaikan saat melantik pimpinan BAZNAS Sulteng periode 2025–2030 di Ruang Polibu, Selasa (25/11/25).
Ia meminta program-program yang sudah berjalan mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal, perkawinan massal, pengobatan gratis, hingga bantuan ekonomi untuk warga rentan—agar terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Wagub Reny juga menyoroti pentingnya legalitas kependudukan sebagai syarat utama mengakses bantuan pemerintah. Program perkawinan massal BAZNAS, kata dia, merupakan solusi nyata bagi warga yang selama ini kesulitan mengurus dokumen resmi.
“Ini bukan seremoni. Ini solusi konkret agar masyarakat bisa mendapatkan hak-hak bantuan sosial dari pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya menghidupkan nilai spiritualitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui program BERANI Berkah, pemerintah provinsi mendorong pembiasaan penghentian aktivitas kantor saat waktu salat tiba sebagai wujud implementasi nilai religius dalam birokrasi.
Wagub menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pimpinan BAZNAS yang baru dilantik untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan sosial di Sulawesi Tengah. (KB/*)




