Menu

Mode Gelap

Daerah · 10 Feb 2025

Tiga Warga Desa Loli Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun di Kapal Tongkang


					Saat Warga dibantu dengan Pihak Kepolisian Porles Donggala mengevakuasi korban. FOTO: Adrian Perbesar

Saat Warga dibantu dengan Pihak Kepolisian Porles Donggala mengevakuasi korban. FOTO: Adrian

,netiz.id — Tiga warga Loli, Kecamatan , , tewas diduga akibat menghirup gas beracun di dalam kapal tongkang pada Minggu (090/2/25) sore. Ketiga korban tersebut adalah Maruf, Aco, dan Ateng. Kejadian tragis ini terjadi di salah satu jetty di Desa .

Menurut keterangan warga, ketiga korban sedang mencari potongan besi tua di sekitar kapal tongkang. Mereka diketahui kerap berada di jetty untuk membantu menarik tali kapal tongkang saat kapal baru atau hendak berangkat. Salah satu dari korban, adalah anak mantan setempat.

Kejadian bermula ketika Maruf masuk ke dalam lambung kapal melalui lubang yang dikenal sebagai manhole. Diduga, Maruf terpapar gas beracun di dalam kapal sehingga tidak bisa keluar. Melihat hal itu, Aco menyusul untuk menolong, namun ia juga terjatuh dan terpapar gas beracun. Ateng, yang berusaha menolong keduanya, mengalami nasib serupa.

Haris, salah seorang warga yang juga keluarga korban, menjelaskan bahwa manhole di kapal tongkang tersebut baru saja dibuka. “Gas beracun di dalam tongkang itu sangat berbahaya. Maruf yang pertama masuk, lalu Aco menyusul untuk menolong, tapi akhirnya terjatuh juga. Ateng pun bernasib sama saat mencoba menolong mereka,” ujar Haris.

Haris menambahkan bahwa ketiga korban kerap membantu aktivitas kapal tongkang di jetty. “Mereka biasa disebut ‘orang jetty’ karena sering berada di sana,” katanya.

Warga lainnya, Yani, turut membenarkan bahwa ketiga korban diduga tewas akibat menghirup gas beracun di dalam kapal. “Mereka masuk ke dalam lubang itu, dan di situlah gas beracun berada,” ucap Yani.

Proses evakuasi ketiga korban dilakukan sejak sore hari menjelang magrib hingga malam hari. Ketiganya sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

Kejadian ini menjadi peringatan keras akan bahaya gas beracun di kapal tongkang, terutama di area tambang. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (KB/ctz)

Artikel ini telah dibaca 242 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Lebih 100 KK Terdampak, Pemprov Sulteng Lakukan Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Donggala

12 Januari 2026 - 21:18

Banjir Donggala

PKS Turun Gunung, Rumah Warga Desa Wani Kembali Kinclong

12 Januari 2026 - 21:00

Relawan PKS Banjir DOnggala

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir, Enam Kecamatan Berstatus Tanggap Darurat

12 Januari 2026 - 20:28

Banjir Donggala

Banjir dan Longsor Terjang Wani, Pemprov Sulteng Turunkan Alat Berat dan Dirikan Posko Darurat

12 Januari 2026 - 20:11

Banjir Donggala

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG

DPRD Sulteng Dukung Penguatan Sinergi TNI AL melalui Kunjungan Kerja Komandan Komando

12 Januari 2026 - 13:46

DPRD SULTENG
Trending di Daerah