DONGGALA,netiz.id — Tiga warga Desa Loli, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, ditemukan tewas diduga akibat menghirup gas beracun di dalam kapal tongkang pada Minggu (090/2/25) sore. Ketiga korban tersebut adalah Maruf, Aco, dan Ateng. Kejadian tragis ini terjadi di salah satu jetty tambang galian C di Desa Loli Oge.
Menurut keterangan warga, ketiga korban sedang mencari potongan besi tua di sekitar kapal tongkang. Mereka diketahui kerap berada di jetty untuk membantu menarik tali kapal tongkang saat kapal baru tiba atau hendak berangkat. Salah satu dari korban, adalah anak mantan kepala desa setempat.
Kejadian bermula ketika Maruf masuk ke dalam lambung kapal melalui lubang yang dikenal sebagai manhole. Diduga, Maruf terpapar gas beracun di dalam kapal sehingga tidak bisa keluar. Melihat hal itu, Aco menyusul untuk menolong, namun ia juga terjatuh dan terpapar gas beracun. Ateng, yang berusaha menolong keduanya, mengalami nasib serupa.
Haris, salah seorang warga yang juga keluarga korban, menjelaskan bahwa manhole di kapal tongkang tersebut baru saja dibuka. “Gas beracun di dalam tongkang itu sangat berbahaya. Maruf yang pertama masuk, lalu Aco menyusul untuk menolong, tapi akhirnya terjatuh juga. Ateng pun bernasib sama saat mencoba menolong mereka,” ujar Haris.
Haris menambahkan bahwa ketiga korban kerap membantu aktivitas kapal tongkang di jetty. “Mereka biasa disebut ‘orang jetty’ karena sering berada di sana,” katanya.
Warga lainnya, Yani, turut membenarkan bahwa ketiga korban diduga tewas akibat menghirup gas beracun di dalam kapal. “Mereka masuk ke dalam lubang itu, dan di situlah gas beracun berada,” ucap Yani.
Proses evakuasi ketiga korban dilakukan sejak sore hari menjelang magrib hingga malam hari. Ketiganya sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.
Kejadian ini menjadi peringatan keras akan bahaya gas beracun di kapal tongkang, terutama di area tambang. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. (KB/ctz)




