Menu

Mode Gelap

Daerah · 13 Jun 2024

Talkshow Silaturahmi Akademik, Moh Yasin Tekankan Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah


					Moh Yasin menjadi salah satu pembicara dalam Talkshow Silaturahmi Akademik acara Dies Natalis Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Tadulako (FEB-Untad yang ke 61 di halaman Fakultas Ekonomi Untad pada Kamis (13/06/24). Photo: netiz.id (akib) Perbesar

Moh Yasin menjadi salah satu pembicara dalam Talkshow Silaturahmi Akademik acara Dies Natalis Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Tadulako (FEB-Untad yang ke 61 di halaman Fakultas Ekonomi Untad pada Kamis (13/06/24). Photo: netiz.id (akib)

PALU,netiz.idMoh Yasin menjadi salah satu pembicara dalam , yang merupakan bagian dari rangkaian acara Bisnis Universitas Tadulako (FEB-Untad) yang ke 61. Acara ini berlangsung meriah di halaman Fakultas Ekonomi Untad pada Kamis (13/06/24) yang dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga praktisi.

Dalam kesempatan tersebut, Moh Yasin, seorang politisi berpengalaman yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Donggala, Wakil Bupati Donggala, hingga Bupati Donggala, berbagi berbagai pengalaman dan wawasan terkait pemerintahan. Yasin menegaskan pentingnya mengubah kekuasaan menjadi kepada masyarakat.

“Pemimpin harus mampu merubah mindset kekuasaan itu sebagai pelayan masyarakat,” tegas Yasin di depan para peserta talkshow.

Selain itu, Yasin menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak dalam membangun daerah, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang baik dapat mengatasi berbagai tantangan, termasuk kesenjangan sumber daya yang ada di Sulawesi Tengah ().

Yasin juga mencontohkan kondisi di yang memiliki kebutuhan pangan besar namun harus mengimpor pasokan pangan dari luar Sulteng seperti Cina dan . “Seperti yang terjadi di Morowali yang membutuhkan pangan dalam jumlah besar, tapi suplai pangannya distok dari Cina, Surabaya, dan daerah lain di luar Sulteng,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa sinergi dan kolaborasi harus berjalan dengan saling memperkuat satu sama lain. Jika salah satu elemen dalam kolaborasi tersebut tidak optimal, maka keseluruhan kolaborasi tidak akan berjalan sesuai harapan. “Misalnya dalam kolaborasi, pemerintah kita sudah cepat, swasta juga cepat, tapi masyarakat kita ada yang masih lambat, itu juga akan jadi masalah,” tambahnya.

Silaturahmi Akademik ini dihadiri oleh berbagai kalangan, baik dari akademisi, mahasiswa, maupun praktisi. Beberapa di antaranya adalah Direktur Utama RS Samaritan dan pemilik Toko Rio, yang mewakili kalangan muda di Kota Palu. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG
Trending di Daerah