Menu

Mode Gelap

Daerah · 17 Okt 2025

Sultan Amin Badawi Sebut Regenerasi Kunci Pelestarian Tenun di Kota Palu


					Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Palu, Sultan Amin Badawi. FOTO: netiz.id (akib). Perbesar

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Palu, Sultan Amin Badawi. FOTO: netiz.id (akib).

PALU,netiz.id — Anggota Badan (Bapemperda) DPRD , , menegaskan bahwa regenerasi merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan dan pelestarian tenun lokal di Kota Palu. Hal itu disampaikannya usai kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah () tentang Pelestarian Batik dan Tenun Lokal, yang di pertemuan Kantor Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Jumat (17/10/25).

Kegiatan yang diinisiasi DPRD Kota Palu tersebut dihadiri oleh para pelaku tenun lokal, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi terkait. Melalui forum ini, masyarakat diajak untuk memberikan masukan terhadap draf Ranperda agar regulasi yang nantinya dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan pelestarian budaya daerah.

Dalam kesempatan itu, Sultan Amin Badawi menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan tradisi menenun yang kini mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

“Saya tadi tertarik dengan pernyataan Bapak di belakang tadi, soal regenerasi. Ini penting, karena tenaga teknis para pengrajin tenun kita sebagian besar sudah berusia senior. Pertanyaannya, bagaimana cara pemerintah, termasuk kami di DPR, mengajak anak-anak muda agar mau terlibat?” ujarnya.

itu menilai, salah satu tantangan utama dalam regenerasi pengrajin tenun adalah kurangnya masa depan bagi pelaku muda yang ingin menekuni profesi tersebut. Menurutnya, pekerjaan menenun harus dipandang sebagai profesi yang menjanjikan dan berdaya saing.

“Anak muda tentu butuh jaminan bahwa menjadi penenun bisa menjadi masa depan yang menjanjikan. Kalau mereka melihat tidak ada kepastian pasar dan penghasilan, tentu mereka enggan. Tapi kalau pemerintah bisa menjamin pasar dan harga tenun tetap stabil, saya yakin mereka akan tertarik,” kata Sultan.

Ia menambahkan, bersama DPRD memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pengrajin tenun, mulai dari pembinaan, peningkatan keterampilan, hingga perlindungan harga dan pasar produk lokal.

“Kalau regenerasi berjalan, maka pelestarian tenun kita pun akan terjamin. Ini bukan sekadar menjaga tradisi, tapi juga menghidupkan ekonomi lokal,” tandasnya.

Melalui Ranperda Pelestarian Batik dan Tenun Lokal ini, DPRD Kota Palu berharap pelaku tenun lokal mendapat dukungan nyata dari pemerintah, serta mampu menarik minat generasi muda agar turut melanjutkan warisan budaya daerah yang bernilai tinggi tersebut. (KB)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido
Trending di Daerah