Menu

Mode Gelap

Daerah · 13 Sep 2023

Strategi Pemda Donggala untuk Reduksi Angka Stunting Tahun 2024


					Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin saat memberikan sambutan di acara rembuk stunting di ruang kasiromu. Rabu (13/9/23). Photo : Kopya Merah Perbesar

Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin saat memberikan sambutan di acara rembuk stunting di ruang kasiromu. Rabu (13/9/23). Photo : Kopya Merah

DONGGALA,netiz.id — Dalam upaya mengatasi masalah stunting, Pemerintah Kabupaten mengadakan forum ‘Rembuk Stunting’ di ruang Kasiromu kantor Bupati Donggala pada Rabu (13/9/23).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain , Moh , Sekretaris Daerah (Sekda) Donggala, , pejabat dari Pemerintah Provinsi Sulteng, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia mewakili Kepala Bappeda Provinsi , Koordinator Manajer Satgas Stunting mewakili Kepala BKKBN , Ketua Tim Peneliti Poltekkes mewakili Direktur Poltekkes serta Unsur Forkopimda .

Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin mengatakan bahwa Stunting adalah agenda nasional. Dari 160 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, Kabupaten Donggala termasuk kabupaten yang menjadi fokus penurunan angka stunting.

“Berdasarkan data stunting di Donggala, angka prevalensi stunting sudah mencapai 32,4%, melebihi tingkat prevalensi stunting di provinsi yang sebesar 28,2%, atau tingkat nasional sebesar 21,6%,” ucapnya.

Yasin menjelaskan untuk mengatasi stunting, penting untuk menetapkan kerja prioritas secara nasional, dan memerlukan komitmen bersama dari berbagai pihak.

“Salah satu langkah penting adalah meluncurkan kampanye nasional untuk mengubah perilaku masyarakat terkait dengan dan gizi,” jelasnya.

Yasin juga menyebutkan bahwa forum ‘Rembuk Stunting’ menjadi wadah penting dalam mempromosikan kesadaran dan tindakan untuk mengatasi masalah ini dalam perjalanan menuju keluarga yang bebas dari stunting.

“Target kami Pemda Donggala adalah menurunkan tingkat stunting sebesar 14% pada tahun 2024 dan strateginya memperkuat kearifan lokal di masing-masing wilayah, dan terus memantau perkembangan stunting,” ujarnya.

Di bidang desa, bersama dengan kader kesehatan akan melakukan penelusuran potensi stunting. Khususnya, akan berkoordinasi dengan kepala untuk menginventarisasi ibu hamil di wilayah kerja mereka dan melaporkan data secara berkala. Demikian Wakil Bupati Donggala.

Penandatanganan kesepakatan penuntasan stunting dimulai oleh Wakil Bupati Moh Yasin dan Sekda Rustam Effendi, serta dihadiri oleh forkopimda, camat, hingga kepala desa. (KB)

Artikel ini telah dibaca 259 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah