Menu

Mode Gelap

Daerah · 1 Nov 2023

Sosialisasi Destana, Langkah Awal Masyarakat Hadapi Risiko Tsunami


					Fasilitator Daerah (FasDa) kabupaten Donggala, Sitti Masita saat mengisi kegiatan sosialisasi di Kantor Lurah Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, pada Rabu (01/11/23). PHOTO: TIM Perbesar

Fasilitator Daerah (FasDa) kabupaten Donggala, Sitti Masita saat mengisi kegiatan sosialisasi di Kantor Lurah Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, pada Rabu (01/11/23). PHOTO: TIM

DONGGALA,netiz.id — Sebagai tanggapan terhadap ancaman bencana yang terus-menerus di wilayah pesisir Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang menerapkan Program Tangguh Bencana (DESTANA) di wilayah Sulawesi Tengah.

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di 54 desa/ di Provinsi Maluku, , Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Dengan lebih dari 5.743 desa/kelurahan di Indonesia yang teridentifikasi memiliki risiko sedang dan tinggi terhadap bencana tsunami, Pemerintah Indonesia melalui BNPB bekerjasama dengan () dalam melaksanakan program IDRIP-DESTANA, dengan menggandeng PT.Prismaita Cipta Kreasi sebagai Perusahaan yang mengekeksekusi setiap tahapan pelaksanaan kegiatan.

Fasilitator Daerah (FasDa) , Sitti Masita, menyatakan bahwa kegiatan tahap awal DESTANA dilaksanakan di tingkat Provinsi, Kota/Kabupaten, dan Desa/Kelurahan.

“Ini melibatkan berbagai langkah, mulai dari penilaian ketangguhan desa/kelurahan (PKD) hingga penyusunan rencana bersama komunitas dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya saat mengisi kegiatan sosialisasi di Kantor Lurah Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, pada Rabu (01/11/23).

Ia berharap bahwa fasilitasi ini dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat desa/kelurahan serta pemerintah daerah yang menjadi fokus utama, sementara secara tak langsung juga diharapkan memberikan manfaat bagi wilayah sekitarnya.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa program DESTANA ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, memberikan landasan yang kuat bagi masyarakat lokal untuk merespons dan mengurangi dampak ancaman tsunami, serta membentuk kerangka antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait guna memperkuat ketahanan bencana di wilayah tersebut.

“Untuk Donggala, terdapat 5 Desa Satu Kelurahan, antara lain Desa Labean, Sioyong, Ponggerang, Tonggolobibi, Siboang, dan Kelurahan Tanjung Batu,” Jelasnya.

Kegiatan pendampingan ini terdiri dari 29 tahapan yang akan dilaksanakan hingga bulan Juli 2024 di desa, dengan tujuan membentuk Forum PRB yang akan membantu dalam mengedukasi masyarakat. Demikian Fasilitator Daerah (FasDa) kabupaten Donggala. (KB)

Artikel ini telah dibaca 214 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah