DONGGALA,netiz.id — Sebagai tanggapan terhadap ancaman bencana tsunami yang terus-menerus di wilayah pesisir Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang menerapkan Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di wilayah Sulawesi Tengah.
Program ini bertujuan untuk memfasilitasi dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di 54 desa/kelurahan di Provinsi Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.
Dengan lebih dari 5.743 desa/kelurahan di Indonesia yang teridentifikasi memiliki risiko sedang dan tinggi terhadap bencana tsunami, Pemerintah Indonesia melalui BNPB bekerjasama dengan Bank Dunia (world bank) dalam melaksanakan program IDRIP-DESTANA, dengan menggandeng PT.Prismaita Cipta Kreasi sebagai Perusahaan yang mengekeksekusi setiap tahapan pelaksanaan kegiatan.
Fasilitator Daerah (FasDa) kabupaten Donggala, Sitti Masita, menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi tahap awal DESTANA dilaksanakan di tingkat Provinsi, Kota/Kabupaten, dan Desa/Kelurahan.
“Ini melibatkan berbagai langkah, mulai dari penilaian ketangguhan desa/kelurahan (PKD) hingga penyusunan rencana aksi bersama komunitas dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya saat mengisi kegiatan sosialisasi di Kantor Lurah Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, pada Rabu (01/11/23).
Ia berharap bahwa fasilitasi ini dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat desa/kelurahan serta pemerintah daerah yang menjadi fokus utama, sementara secara tak langsung juga diharapkan memberikan manfaat bagi wilayah sekitarnya.
Kemudian, ia menjelaskan bahwa program DESTANA ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, memberikan landasan yang kuat bagi masyarakat lokal untuk merespons dan mengurangi dampak ancaman tsunami, serta membentuk kerangka kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait guna memperkuat ketahanan bencana di wilayah tersebut.
“Untuk Donggala, terdapat 5 Desa Satu Kelurahan, antara lain Desa Labean, Sioyong, Ponggerang, Tonggolobibi, Siboang, dan Kelurahan Tanjung Batu,” Jelasnya.
Kegiatan pendampingan ini terdiri dari 29 tahapan yang akan dilaksanakan hingga bulan Juli 2024 di desa, dengan tujuan membentuk Forum PRB yang akan membantu dalam mengedukasi masyarakat. Demikian Fasilitator Daerah (FasDa) kabupaten Donggala. (KB)




