Menu

Mode Gelap

Daerah · 17 Feb 2025

PT Bosowa Tambang Indonesia Dikabarkan Akan Menggugat Penyebar Video Longsor di Desa Loli Saluran


					Tangkapan layar detik-detik tanah longsor di Desa Loli Saluran Kecamatan Banawa beberapa waktu yang lalu. Perbesar

Tangkapan layar detik-detik tanah longsor di Desa Loli Saluran Kecamatan Banawa beberapa waktu yang lalu.

DONGGALA,netiz.id – Peristiwa yang terjadi di , Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah video kejadian tersebut tersebar luas. Pasca viralnya video itu, PT Bosowa Tambang dikabarkan berencana menggugat pihak yang merekam dan menyebarkannya.

mengenai rencana gugatan tersebut disampaikan oleh Loli Saluran, Agus Priyono, yang mengungkapkan bahwa seorang pegawai PT Bosowa Tambang Indonesia merasa dirugikan akibat viralnya video tersebut.

“Salah satu pegawai PT Bosowa Tambang Indonesia ingin menggugat warga yang menyebarkan video longsor di media sosial. Gara-gara video itu, banyak pihak menjadi heboh,” ujar Agus Priyono saat ditemui wartawan usai kegiatan Musrenbang di Kantor Kecamatan Banawa, Sabtu (15/02/25).

Agus menambahkan bahwa bukan hanya pihak yang merasa terdampak, tetapi juga dirinya selaku kepala desa. Ia mengaku harus memberikan klarifikasi kepada berbagai pihak terkait video yang beredar tersebut.

“Saya sampai mengimbau masyarakat melalui masjid agar lebih bijak dalam menggunakan ponsel Android. Jangan sembarangan, karena ‘mulutmu adalah harimaumu’. Gara-gara video itu, saya ikut dibuat sibuk seperti jadi artis sehari. Saya dihubungi pemerintah provinsi, , dan tak henti-hentinya ditelepon wartawan,” ungkapnya.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa pihaknya tetap melindungi warga dan sudah memberikan teguran kepada pihak yang menyebarkan video tersebut. Bahkan, ia melarang pihak perusahaan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Saya langsung melarang PT Bosowa Tambang Indonesia untuk melaporkan penyebar video. Saya bilang, tidak usah dilaporkan, karena hanya akan menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Terkait aktivitas pertambangan, Agus memastikan bahwa kegiatan tetap berjalan seperti biasa. Ia menyebut bahwa di Desa Loli Saluran terdapat lima yang masih aktif beroperasi.

“Semua perusahaan kembali bekerja seperti biasa. Lokasi longsor adalah wilayah tambang milik PT Bosowa Tambang Indonesia. Area tersebut memang tetap akan digarap, tinggal menunggu waktu saja. Longsor kemarin terjadi karena kondisi tanah yang sangat miring,” jelasnya.

Agus juga mengungkapkan bahwa di desanya terdapat lima perusahaan tambang yang aktif beroperasi, yaitu PT BRM, PT Bosowa Tambang Indonesia, PT Hamparan, PT Batu Madu, serta CV Indologo yang masih dalam tahap penggarapan awal.

Dengan adanya peristiwa ini, Agus berharap semua pihak dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak langsung menyebarkan tanpa memahami dampak yang ditimbulkan. (KB/ANC)

Artikel ini telah dibaca 1,076 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG

Korban Banjir Aceh Terima Kiriman 1.000 Paket Abon dari Masyarakat Sulteng

14 Januari 2026 - 12:00

Yakesma Sulteng

SMA Kristen Bala Keselamatan Palu Serius Benahi Perpustakaan Jelang Akreditasi

14 Januari 2026 - 06:49

Dispusaka Sulteng

Dispusaka Sulteng Awali 2026 dengan Penegasan Disiplin dan Layanan Publik

14 Januari 2026 - 06:31

Dispusaka Sulteng

Resmob Tadulako Amankan Pelaku Pencurian Brankas di Toko Bintang Palu

13 Januari 2026 - 19:04

Polresta Palu

Anwar Hafid Ungkap Bahaya Tambang Ilegal, Dorong Pengetatan Pengawasan KLH

13 Januari 2026 - 18:39

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah