Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Okt 2023

Penggunaan Dana Stunting di Donggala Semakin Kabur, Rincian Dana di 11 OPD Tak Terungkap


					Photo : netiz.id Perbesar

Photo : netiz.id

DONGGALA,netiz.id — Penggunaan Dana Stunting di Kabupaten , , semakin mengundang tanda tanya. Masalah utamanya adalah ketidakjelasan dalam peruntukan dana stunting yang telah tersebar di 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“OPD yang mengelola dana stunting saja bingung, apalagi kami di BPKAD,” ungkap Anas, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Rabu kemarin (18/10/23)

Anas menyebutkan situasi semakin membingungkan ketika proses pencairan dana stunting dilakukan. Pihak BPKAD bahwa mereka tidak mengetahui rincian dana yang diajukan untuk dicairkan. Permintaan pencairan dana tersebut tidak mencantumkan rincian lengkap mengenai proses pencairan yang diajukan.

“Biasanya, OPD mengajukan permohonan dana hanya dengan menyebutkan ‘perjalanan dinas’. Baru diketahui nanti dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ) jika perjalanan dinas tersebut terkait dengan program stunting,” terang Anas.

Kepala BPKAD, Yeni, menjelaskan bahwa data anggaran stunting yang tersebar di 11 OPD merupakan yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ().

“Data yang saya berikan kepada media ini berasal dari BAPPEDA, yang bertindak sebagai administrator dana Stunting. Pada tahun 2022, dana stunting tersebar di 11 OPD dengan total mencapai 39 miliar, dan pada tahun 2023, anggaran totalnya mencapai . BPKAD hanya bertanggung jawab atas proses pencairan dana tersebut,” Jelasnya

Mantan Sekretaris Bappeda itu juga mengatakan bahwa apa yang ia sampaikan kemarin adalah data dari Bappeda. Demikian Kaban Keuangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Moh Ali, membantah bahwa dinas yang dipimpinnya mengelola dana stunting sebesar 20 miliar. Menurut mantan Sekretaris Dewan (Sekwan), dinas PU hanya mengelola dana stunting sebesar 500 juta.

Ali Assegaf, Kepala Dinas Perikanan, juga mengonfirmasi bahwa dinasnya hanya mengelola dana stunting sebesar 60 juta, jauh dari jumlah 155 juta yang sebelumnya disebutkan. Demikian Kadis Perikanan.

Dana miliaran rupiah tersebut dibagi kepada 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menerima dana untuk penanggulangan stunting di Kabupaten Donggala.

Berikut adalah daftar OPD tersebut sesuai data BAPPEDA:

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang pada tahun 2022 menerima dana sebesar 8.155.260.257,00 dan pada tahun 2023 menerima .321.977.078,00.

Bappeda juga mengelola dana penanggulangan stunting, dengan jumlah sebesar 25.200.000,00 pada tahun 2022 dan 168.818.000,00 pada tahun 2023.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan mengelola dana penanggulangan stunting sebesar 1.248.147.909,00 pada tahun 2022 dan 8.582.288.968,00 pada tahun 2023.

Meskipun Dinas Perikanan tidak mengelola dana penanggulangan stunting pada tahun 2022, pada tahun 2023 mereka menerima dana sebesar 155.650.078,00.

Dinas Sosial mengelola dana penanggulangan stunting sebesar 32.978.000,00 pada tahun 2022, dan 1.021.893.377,00 pada tahun 2023.

Dinas Pemberdayaan Masyarakar dan (PMD) mengelola dana penanggulangan stunting sebesar 7.585.835.580,00 pada tahun 2022, sementara pada tahun 2023 tidak ada pengelolaan dana.

Dinas Ketahanan Pangan mengelola dana penanggulangan stunting sebesar 586.791.350,00 pada tahun 2022, dan 787.030.000,00 pada tahun 2023.

(DP3A) hanya mengelola dana penanggulangan stunting sebesar 100.000.104,00 pada tahun 2022 dan .920.000,00 pada tahun 2023.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengelola dana penanggulangan stunting sebesar 5.855.400.000,00 pada tahun 2022, dan 6.837.000.000,00 pada tahun 2023.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengelola dana penanggulangan stunting sebesar 10.819.473.809,00 pada tahun 2022, dan 20.000.000.000,00 pada tahun 2023.

Terakhir, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkimtan) mengelola dana penanggulangan stunting sebesar 4.750.000.124,00 pada tahun 2022, dan 3.400.000.000,00 pada tahun 2023. (KB)

Artikel ini telah dibaca 522 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG
Trending di Daerah