DONGGALA,netiz.id – Gempa tektonik dengan kekuatan 6,3 Skala Richter terjadi pada Sabtu malam (9/9/23) pukul 21.43 WITA di lokasi 50 KM Barat Laut Donggala, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 KM. Gempa ini membuat warga Desa Labean, Kecamatan Balaesang, masih mengungsi.
Djamil Djupanda, seorang warga Desa Labean, saat dikonfirmasi oleh media ini pada Minggu (10/9/23), mengatakan bahwa pada saat terjadi gempa, masyarakat di sekitar pesisir pantai Mapaga atau Dusun Mapaga, kurang lebih 500 orang, termasuk laki-laki, perempuan, anak-anak, dan lansia, mengungsi.
Namun, lanjut dia, menjelang pukul satu dini hari, sebagian dari mereka pergi ke rumah masing-masing, terutama para laki-laki, untuk menjaga rumah dan harta benda mereka.
“Saat ini, diperkirakan masih ada sekitar 300 orang yang mengungsi di rumah keluarga. Sampai pagi ini, situasi kembali normal, dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa,” ucapnya.
Mereka, lanjut mantan Kades Labean itu, memilih mengungsi di rumah kerabat dan keluarga serta di rumah ibadah yang berada di dataran tinggi sekitar satu kilometer dari pesisir pantai.
“Masih ada rasa trauma mendalam pasca gempa tahun 2018. Jadi, warga masih khawatir akan adanya gempa susulan,” katanya.”
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palu mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya berkaitan dengan gempa bumi yang berpusat di wilayah Kabupaten Donggala, Sabtu (09/09) malam.
Imbauan ini disampaikan oleh BMKG karena telah beredar sejumlah informasi palsu di media sosial yang berkaitan dengan gempa bumi malam ini. Bahkan ada salah satu postingan yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan sekitar pukul 1-2 dini hari dengan kekuatan 7,8 SR.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 23.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Hasil analisis BMKG juga menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M6,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,02° LU ; 119,77° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 km barat laut Donggala, Sulawesi Tengah pada kedalaman 20 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat aktivitas Sesar Palu Koro. Dari video yang beredar, warga yang ada di wilayah Pantai Barat Donggala, berhamburan keluar rumah. Warga trauma karena gempa dahsyat yang terjadi pada 28 September 2018 lalu di Pasigala, berawal dari wilayah Pantai Barat. (KB)




