Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Nov 2025

Negara Turun Gunung: Menteri Pertahanan Pimpin Penertiban Tambang Ilegal di Morowali


					Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menghadiri kegiatan penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah PT Bumi Morowali Utama, Selasa (04/11/25). FOTO: istimewa Perbesar

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menghadiri kegiatan penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah PT Bumi Morowali Utama, Selasa (04/11/25). FOTO: istimewa

MOROWALI,netiz.id — Pemerintah pusat akhirnya turun tangan langsung menangani maraknya aktivitas di Sulawesi Tengah. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, didampingi Gubernur Sulteng, Dr. H. , meninjau di kawasan PT Bumi Morowali Utama, Selasa (04/11/25).

Operasi ini bukan langkah biasa. Di bawah koordinasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), sejumlah pejabat tinggi negara seperti Jaksa ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal , Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala BPKP Ateh turut dilibatkan sebagai pengarah.

Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak akan lagi mentoleransi praktik tambang ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan keuangan negara.

“Pertahanan negara bukan hanya urusan militer, tetapi juga menjaga aset strategis bangsa dari praktik ilegal,” tegas Sjafrie Sjamsoeddin.

Satgas PKH mencatat setidaknya 20 perusahaan di Sulawesi Tengah telah diidentifikasi melakukan aktivitas pertambangan di kawasan hutan tanpa izin. Penertiban ini dilakukan di atas seluas 62,15 hektare yang sebelumnya digunakan untuk eksploitasi tanpa dasar hukum yang jelas.

Gubernur Hafid menyebut operasi ini sebagai momentum penting bagi Sulteng untuk menata kembali tata kelola pertambangan.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah pusat. Ini bukan sekadar penertiban, tapi upaya menjaga masa depan ekonomi dan lingkungan Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Langkah tegas pemerintah ini memperlihatkan arah baru sumber daya alam di Indonesia lebih berdaulat, transparan, dan berpihak pada rakyat. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG

Korban Banjir Aceh Terima Kiriman 1.000 Paket Abon dari Masyarakat Sulteng

14 Januari 2026 - 12:00

Yakesma Sulteng

SMA Kristen Bala Keselamatan Palu Serius Benahi Perpustakaan Jelang Akreditasi

14 Januari 2026 - 06:49

Dispusaka Sulteng

Dispusaka Sulteng Awali 2026 dengan Penegasan Disiplin dan Layanan Publik

14 Januari 2026 - 06:31

Dispusaka Sulteng

Resmob Tadulako Amankan Pelaku Pencurian Brankas di Toko Bintang Palu

13 Januari 2026 - 19:04

Polresta Palu

Anwar Hafid Ungkap Bahaya Tambang Ilegal, Dorong Pengetatan Pengawasan KLH

13 Januari 2026 - 18:39

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah