PALU,netiz.id – Dalam upaya menekan angka pengangguran di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah semakin mengintensifkan sinkronisasi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja. Beberapa SMK di wilayah Morowali, Morowali Utara, dan Palu, seperti SMKN 8 Palu dan SMK di Bungku Timur, telah membuka jurusan yang relevan dengan industri lokal, termasuk jurusan operator alat berat yang saat ini sangat dibutuhkan di pabrik-pabrik nikel.
“Kami berupaya agar lulusan SMK dapat langsung terserap di dunia kerja dengan membuka kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.” Ucap Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana pada Rabu (02/10/24)
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pihak sekolah dan perusahaan-perusahaan lokal sangat penting untuk memastikan kurikulum pendidikan selaras dengan perkembangan industri.
Lanjutnya, langkah strategis ini diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing lulusan SMK di pasar tenaga kerja, sekaligus menjawab tantangan industri yang semakin berkembang. Selain itu, Dinas Pendidikan juga berencana untuk memperluas program magang dan pelatihan kerja, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.
“Dengan inisiatif ini, diharapkan lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan yang dibutuhkan, tetapi juga siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang kompetitif. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja yang terampil, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.” Pungkasnya.(KB)




