Menu

Mode Gelap

Daerah · 6 Mei 2025

Masalah Bus Trans Kosong, DPRD Palu Minta Kajian Rute dan Frekuensi Lebih Tepat


					Ketua DPRD Kota Palu, Rico A.T. Djanggola. FOTO: netiz.id Perbesar

Ketua DPRD Kota Palu, Rico A.T. Djanggola. FOTO: netiz.id

PALU,netiz.id – Ketua DPRD Kota Palu, Rico A.T. Djanggola, mengungkapkan pentingnya evaluasi terhadap program kerja sama sistem transportasi yang saat ini berjalan di Kota Palu. Hal ini disampaikan Ketua usai memimpin pada Selasa (06/05/25) di ruang kerjanya.

Menurut Rico, sistem kerja sama yang diterapkan menggunakan skema buy the service (), di mana seluruh tanggung jawab perawatan dan operasional berada di bawah PT Bagong. Pemerintah hanya membayar sewa langsung dengan nilai sekitar Rp1,8 miliar per bulan untuk 26 unit bus. Program ini, yang masih dalam tahap percobaan, sebelumnya digratiskan, namun kini mulai dikenakan tarif sejak Januari lalu.

Rico menyatakan bahwa respons terhadap ini sangat positif saat masih digratiskan. Namun, setelah tarif dikenakan, kondisi di lapangan mulai berubah. Ia menambahkan bahwa banyak pertanyaan yang datang dari masyarakat mengenai kelanjutan program ini dan menyatakan bahwa evaluasi terhadap sistem ini sangat diperlukan.

“Perlu diketahui, kontrak kerja sama antara pemerintah dan operator memiliki durasi satu hingga tiga tahun. Jadi, apabila ada niatan untuk memutuskan kontrak secara sepihak, hal itu bisa menimbulkan implikasi hukum,” ujar Rico.

Lebih lanjut, Politisi Gerindra Kota Palu itu mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus pada efisiensi penggunaan dana yang telah dikeluarkan. Evaluasi yang dilakukan mencakup penyesuaian , frekuensi operasional, dan cakupan wilayah layanan, agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih optimal.

Terkait dengan pendapatan asli daerah (), Rico menegaskan bahwa meski ada harapan untuk memperoleh PAD dari sektor transportasi ini, namun layanan transportasi umum sejatinya adalah fasilitas publik yang tidak sepenuhnya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan. Pemerintah berkewajiban menyediakan fasilitas ini untuk masyarakat, agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan adanya banyak bus yang kosong. Hal ini, menurutnya, perlu dikaji lebih lanjut apakah masalahnya terletak pada rute, frekuensi, atau titik pemberhentian yang tidak tepat.

Rico juga menyebutkan bahwa ia sudah berdiskusi dengan Wali Kota Palu terkait masalah ini. Wali Kota menyatakan bahwa sedang melakukan kajian terkait kondisi tersebut. Pemerintah kota pun sangat terbuka untuk berkoordinasi dan berdiskusi lebih lanjut untuk menemukan solusi terbaik bagi masyarakat. (KB)

Artikel ini telah dibaca 163 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Lebih 100 KK Terdampak, Pemprov Sulteng Lakukan Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Donggala

12 Januari 2026 - 21:18

Banjir Donggala

PKS Turun Gunung, Rumah Warga Desa Wani Kembali Kinclong

12 Januari 2026 - 21:00

Relawan PKS Banjir DOnggala

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir, Enam Kecamatan Berstatus Tanggap Darurat

12 Januari 2026 - 20:28

Banjir Donggala

Banjir dan Longsor Terjang Wani, Pemprov Sulteng Turunkan Alat Berat dan Dirikan Posko Darurat

12 Januari 2026 - 20:11

Banjir Donggala

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG

DPRD Sulteng Dukung Penguatan Sinergi TNI AL melalui Kunjungan Kerja Komandan Komando

12 Januari 2026 - 13:46

DPRD SULTENG
Trending di Daerah