PALU,netiz.id — Lembaga Adat Poboya kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan adat dan tradisi di tanah Kaili melalui pelaksanaan ritual adat Pompaura. Ritual yang digelar belum lama ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kearifan lokal sekaligus upaya menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Ketua Lembaga Adat Poboya, Abidin L. Riva, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ritual tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ia berharap ritual Pompaura mampu menjadi ikhtiar bersama untuk menjauhkan masyarakat dari marabahaya serta bencana alam, khususnya bagi warga Poboya dan masyarakat Kota Palu secara umum.
“Ritual ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam dan meminta perlindungan bagi masyarakat,” ujar Abidin pada Senin (17/03/25)
Lebih lanjut, Abidin menambahkan bahwa pihaknya berencana melaksanakan ritual adat ketiga, yaitu ritual Pora’a, dalam waktu dekat. Ritual ini bertujuan memohon keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat Poboya.
Tak hanya itu, ia juga mengajak PT CPM yang beroperasi di Kelurahan Poboya untuk turut mendukung pelaksanaan ritual adat tersebut. Abidin mengimbau seluruh elemen masyarakat serta perusahaan agar bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mencegah terjadinya bencana. (*)




