Menu

Mode Gelap

Daerah · 26 Jan 2026

Kronologi Penambang Emas Tewas Jatuh dari Tebing di Poboya Palu


					Tim gabungan Polda Sulawesi Tengah dan Polresta Palu saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tambang emas Poboya, Kota Palu, Minggu (25/01/26). FOTO: istimewa Perbesar

Tim gabungan Polda Sulawesi Tengah dan Polresta Palu saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tambang emas Poboya, Kota Palu, Minggu (25/01/26). FOTO: istimewa

,netiz.id — Seorang penambang emas tradisional bernama Sandi (42) meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing di kawasan pertambangan Fafolapo, Poboya, Kota Palu, Sabtu (24/01/26) pagi. Peristiwa tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian.

Peristiwa nahas itu bermula saat korban bersama sejumlah rekannya melakukan aktivitas penambangan di lokasi tersebut. Sekitar pagi hari, korban diketahui berada di sisi tebing untuk mengambil material yang diduga mengandung emas.

Menurut keterangan saksi dan hasil (TKP), korban berpijak di area tebing dengan kondisi yang tidak stabil. Saat korban sedang bekerja, pijakan tersebut tiba-tiba runtuh.

Pada saat yang bersamaan, korban tidak mengikat tali pengaman ke tubuhnya secara sempurna. Akibatnya, ketika pijakan runtuh, korban ikut terjatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar 15 meter.

Melihat kejadian itu, rekan-rekan korban segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan menuju rumah. Namun, setibanya di rumah sekitar pukul 09.30 Wita, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Jenazah korban selanjutnya dimakamkan pada Sabtu sore di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Buluri, Kota Palu.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Pada Minggu (25/01/26), tim gabungan dari Polda Sulawesi Tengah dan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Pengecekan TKP dipimpin Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol. Suratno, serta dihadiri Kombes Pol. Hari Rosena, bersama sejumlah pejabat terkait dan gabungan Reskrim serta Tipidter.

Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena mengatakan, kehadiran pimpinan langsung di lokasi bertujuan memastikan penanganan peristiwa dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kami untuk memastikan kejadian ini ditangani secara komprehensif, mulai dari olah TKP hingga pendalaman aktivitas pertambangan di lokasi tersebut,” ujarnya.

Dalam proses olah TKP, polisi memasang police line, memeriksa kondisi tebing, serta mendokumentasikan alat kerja korban berupa tali dan linggis yang ditemukan di lokasi kejadian.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait aktivitas pertambangan di kawasan Poboya, termasuk status kepemilikan lahan dan sistem kerja kelompok penambang. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Bapemperda DPRD Sulteng Mulai Pembahasan Ranperda 2026

26 Januari 2026 - 15:52

DPRD SULTENG

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid Sambut Presiden DMDI di Palu

26 Januari 2026 - 13:07

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Hari Libur Tak Jadi Penghalang, Gubernur Anwar Hafid Perketat Pengawasan TKA di Morowali

26 Januari 2026 - 08:43

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Dispusaka Sulteng Lakukan Sertijab, Dorong Peningkatan Literasi dan Kearsipan

26 Januari 2026 - 07:21

Dispusaka Sulteng

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Puji Kesiapan Dapur MBG NDR Loji Parimo

24 Januari 2026 - 17:58

Gubernur Sulteng Anwar Hafid

Pantau Pasar, Komisi B DPRD Palu Temukan Kenaikan Tipis Harga Daging

24 Januari 2026 - 07:37

DPRD PALU
Trending di Daerah