Menu

Mode Gelap

Daerah · 7 Nov 2024

Komisi B DPRD Kota Palu Desak Penyelesaian Pembangunan Mall Tatura Palu


					Komisi B DPRD Kota Palu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur PT CNE terkait mangkraknya pembangunan Mall Tatura Palu (MTP). Kamis, 7 November 2024. FOTO: IST Perbesar

Komisi B DPRD Kota Palu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur PT CNE terkait mangkraknya pembangunan Mall Tatura Palu (MTP). Kamis, 7 November 2024. FOTO: IST

PALU,netiz.id – Komisi B DPRD Kota Palu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur PT CNE, membahas terhentinya (MTP). RDP yang berlangsung di ruang pertemuan Komisi B pada Kamis (07/11/24) siang ini dipimpin oleh , Rusman Ramli, bersama anggota lainnya, termasuk dan H. Moh Nasir Dg Ghani.

Dalam rapat tersebut, Direktur PT CNE, Muhammad Sandiri La Anto, yang akrab disapa Memet, didampingi oleh Direktur Operasional . RDP ini membahas penyebab mangkraknya pembangunan MTP yang telah terhenti selama lebih dari dua tahun. yang sebelumnya digadang-gadang akan menjadi ikon ekonomi ini, menurut anggota Komisi B, memiliki dampak besar bagi perekonomian daerah.

Pembangunan MTP dimulai dengan peletakan batu pertama oleh , Hidayat, pada 20 April 2020. Namun, setelah pembangunan pondasi awal, proyek ini terhenti tanpa perkembangan berarti, terutama setelah anggaran untuk PT CNE dibekukan oleh Pemkot Palu pada 19 April 2021 melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).

Anggota Komisi B, Muslimun, mengekspresikan kekecewaannya terhadap lambatnya progres pembangunan MTP yang seharusnya sudah beroperasi dan memberikan manfaat bagi warga Palu pada 2024. “Setelah peletakan batu pertama, kita harapkan MTP sudah berfungsi, tetapi kenyataannya tidak. Ada hambatan yang belum jelas,” ujarnya.

Muslimun juga menyoroti kondisi fisik bangunan yang terbengkalai selama dua tahun. Ia menyatakan, meskipun perencanaan awal dianggap mulus, pondasi yang sudah dibangun kini justru terendam air, menimbulkan kekhawatiran tentang kelayakan struktur yang ada. “Semen yang terendam air apakah masih kuat? Ini harus dievaluasi. Pembangunan mall ini seharusnya dilanjutkan karena banyak orang yang menggantungkan hidup di sana,” tegasnya.

Politikus ini juga mengingatkan bahwa pemerintah kota saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan proyek tersebut. “Pemerintah yang sekarang seharusnya bisa melanjutkan. Karena sesuai keputusan RUPS-LB, kewenangan ada di tangan pemerintah saat ini,” tambahnya.

Selain itu, Muslimun juga menekankan pentingnya transparansi dari pemerintah terkait keputusan yang diambil dalam RUPS-LB. “Hasil RUPS-LB tidak pernah disampaikan, sehingga kami tidak tahu keputusannya seperti apa. Ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat,” tuturnya.

RDP ini diharapkan dapat mendorong percepatan penyelesaian pembangunan MTP, yang dinilai sangat penting untuk mendukung perekonomian Kota Palu, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan potensi sektor perdagangan. (*)

Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

DPRD Sulteng Ikut Pererat Kebersamaan Forkopimda di Jamuan Kodaeral VI

13 Januari 2026 - 06:24

DPRD SULTENG

Komisi III DPRD Sulteng Tekankan Keadilan DBH bagi Daerah Penghasil Nikel

13 Januari 2026 - 06:13

DPRD SULTENG

Lebih 100 KK Terdampak, Pemprov Sulteng Lakukan Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Donggala

12 Januari 2026 - 21:18

Banjir Donggala

PKS Turun Gunung, Rumah Warga Desa Wani Kembali Kinclong

12 Januari 2026 - 21:00

Relawan PKS Banjir DOnggala

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir, Enam Kecamatan Berstatus Tanggap Darurat

12 Januari 2026 - 20:28

Banjir Donggala

Banjir dan Longsor Terjang Wani, Pemprov Sulteng Turunkan Alat Berat dan Dirikan Posko Darurat

12 Januari 2026 - 20:11

Banjir Donggala
Trending di Daerah